Sangatta – Dr. Novel Tyty Paembonan, Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), iya menyoroti banyaknya kegiatan seperti bimbingan teknis (bimtek) yang sering kali tidak diperlukan secara langsung dan bisa dilakukan menggunakan teknologi digital. Ia juga memberikan kritik pada frekuensi perjalanan dinas yang dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kutim.
“Banyak kegiatan yang kurang diperlukan ya seperti bimtek ini banyak intervalnya? Saya kira juga sekarang ini era teknologi yang canggih, digitalisasi yah, kita bisa zoom saja sudah cukup, buka di Google saja kita sudah bisa dapat ilmunya,” ujar Novel Paembonan.
Lanjutnya iya menegaskan bahwasanya dalam era digitalisasi pada saat ini, banyak sekali hal-hal yang bisa dilakukan secara online tanpa harus melakukan perjalanan dinas yang memakan waktu dan biaya. Menurut Novel, teknologi seperti Via Zoom bisa menjadi alternatif yang efektif dan efisien.
“Tetapi ketika misalnya ada hal-hal yang dianggap penting harus itu misalnya offline, harus on-site, oke lah. Intinya yang penting boleh lah perjalanan dinas, tetapi tentu yang wajar dan bertanggung jawab,” lanjut Novel.
Ia juga mengakui bahwasanya ada situasi tertentu yang memang memerlukan kehadiran fisik, akan tetapi ia juga menekankan pentingnya mengatur perjalanan dinas secara bijak. Menurut Novel, perjalanan dinas yang dilakukan penuh tanggung jawab dan sesuai kebutuhan akan tetapi lebih bermanfaat dan tidak membebani anggaran.
“Kita perlu bimtek memang, kita butuh, tapi jangan juga berlebihan. Yang penting adalah perjalanan dinas dilakukan dengan wajar dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Dalam kritikannya, Novel berharap OPD dan anggota DPRD lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan-kegiatan yang tidak memerlukan kehadiran fisik. Ia juga mengajak semua pihak untuk lebih memperhatikan penggunaan anggaran dengan bijak, sehingga dana yang ada bisa dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat.
“Dengan era digitalisasi ini, kita bisa memanfaatkan teknologi untuk mengurangi biaya perjalanan dinas yang tidak perlu. Anggaran yang ada bisa digunakan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Novel.
Novel Paembonan berharap kritik ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi OPD dan DPRD dalam menjalankan tugas mereka ke depan, dengan memanfaatkan teknologi digital secara optimal dan bijak.ADV
![]()







