Kutai Timur — Setelah bertahun-tahun terjebak dalam keterisolasian akibat kondisi geografis yang ekstrem, delapan desa di Kecamatan Telen akhirnya diproyeksikan memiliki akses terhubung melalui dua proyek besar yang masuk dalam skema kontrak tahun jamak (Multiyears Contract/MYC) 2026–2027.
Anggota Komisi A DPRD Kutai Timur, Aidil Fitri, menyebut bahwa rekonstruksi Jalan Simpang Batu Redi–Muara Pantun serta pembangunan Jembatan Long Melah–Muara Haloq menjadi kunci untuk membuka pintu mobilitas warga.
Menurut Aidil, kondisi Telen selama ini sangat unik sekaligus menyulitkan. Desa-desa di wilayah tersebut tersebar di empat daratan berbeda yang dipisahkan oleh dua sungai besar. Tanpa jembatan, integrasi wilayah nyaris mustahil.
“Semua desanya itu enggak ngumpul. Misalkan di Batu Redi, dia satu daratan dengan Juk Ayak. Di seberangnya itu Marah Haloq dengan Rantau Panjang satu daratan. Di seberangnya lagi ada Long Melah, Long Segar, Kernyanyan, dan Long Noran,” jelas Aidil kepada awak media.
Karena itu, pembangunan jembatan menjadi satu-satunya solusi yang dianggap realistis untuk menghentikan keterisolasian yang sudah berlangsung puluhan tahun.
“Dengan adanya jembatan tadi, mudah-mudahan di 2027 nanti hal yang tadi itu enggak nyambung kesambung semua,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa delapan desa di Telen merupakan wilayah tertinggal dibanding kecamatan lain seperti Wahau dan Kombeng, yang infrastrukturnya relatif lebih baik.
“Kalau di Muara Wahau dengan Kongbeng bagus. Yang agak masalah itu di Kecamatan Telen,” tegasnya.
Dirinya menilai, dengan nilai proyek yang mencapai ratusan miliar rupiah, pembangunan ini harus menjadi prioritas pemerintah.
Ia mengingatkan bahwa akses ekonomi, pendidikan, layanan publik, hingga aktivitas keseharian warga hanya akan pulih apabila infrastruktur penghubung benar-benar dibangun secara konsisten.
Tanpa intervensi besar, katanya, Telen akan terus berada di titik paling rentan dalam peta pembangunan Kutim.
Menutup penyampaiannya, Aidil berharap pembangunan ini benar-benar tuntas dan tidak kembali membuat masyarakat Telen “tertinggal sendirian”.
“Kalau ini jadi, semua desa terhubung, masyarakat lebih mudah berusaha,” pungkasnya.(ADV/TS)
![]()









