Kutai Timur – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Timur menargetkan proses validasi terhadap 20.000 kepala keluarga (KK) penerima bantuan sosial pada tahun ini. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya serius pemerintah daerah dalam memastikan bahwa seluruh program bantuan sosial dan pengentasan kemiskinan benar-benar tepat sasaran, serta hanya diterima oleh warga yang memang berada dalam kondisi membutuhkan.
Kepala Dinsos Kutim, Ernata Hadi Sujito, menegaskan bahwa akurasi data menjadi fondasi penting dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan program sosial. Tanpa adanya data yang valid dan terkini, pemerintah akan kesulitan dalam mengukur efektivitas program yang dijalankan maupun menentukan kebijakan yang tepat ke depannya. “Kalau data kemiskinan tidak valid, bagaimana kita bisa menilai keberhasilan program pembangunan?” katanya.
Upaya pemutakhiran dan validasi data ini bukanlah hal baru bagi Dinsos Kutim. Pada tahun 2024 lalu, pihaknya telah melakukan validasi terhadap sekitar 15.000 KK penerima bantuan sosial. Dari proses tersebut, ditemukan cukup banyak penerima yang sebenarnya sudah tidak lagi memenuhi kriteria sebagai warga miskin. Beberapa di antaranya bahkan diketahui telah memiliki kendaraan pribadi maupun rumah yang layak huni, sehingga secara ekonomi dinilai sudah berada di atas garis kemiskinan.
Temuan tersebut semakin memperkuat pentingnya proses verifikasi lapangan secara berkala. Dengan data yang akurat dan objektif, peluang terjadinya manipulasi maupun penyalahgunaan bantuan dapat ditekan semaksimal mungkin. “Data yang akurat dapat menutup peluang manipulasi yang merugikan masyarakat dan pemerintah,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan validasi data, Dinsos Kutim tidak bekerja sendiri. Proses ini melibatkan koordinasi berjenjang mulai dari pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga pemerintah desa dan RT setempat. Keterlibatan semua unsur tersebut dinilai sangat vital karena mereka lebih memahami kondisi riil masyarakat di wilayahnya masing-masing. Ernata menekankan bahwa sinergi dan kejujuran dari seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan program ini. “Keberhasilan pengentasan kemiskinan hanya bisa tercapai jika semua pihak bekerja kompak dan jujur dalam pendataan,” tambahnya.
Melalui target validasi 20.000 KK di tahun ini, Dinsos Kutim berharap basis data penerima bantuan sosial akan semakin bersih, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, program penanggulangan kemiskinan di Kutai Timur dapat berjalan lebih efektif, adil, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.ADV
![]()









