Kutai Timur-Program elektrifikasi di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terus menunjukkan perkembangan meskipun belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah. Dari total tujuh desa yang ada, hingga saat ini baru tiga desa yang telah menikmati aliran listrik dari PLN, sementara empat desa lainnya masih berada dalam daftar tunggu untuk tahap berikutnya.
Camat Batu Ampar, Suriansyah, mengungkapkan bahwa desa-desa yang sudah terhubung dengan jaringan listrik PLN meliputi Batu Timbau, Batu Timbau Ulu, dan Telaga. Kehadiran listrik di wilayah tersebut dinilai telah membawa perubahan bagi masyarakat, terutama dalam menunjang kegiatan sehari-hari, pendidikan, serta usaha kecil warga. Namun, masih ada desa lain yang seharusnya lebih dulu menyusul.
“Baru tiga desa dari tujuh yang sudah teraliri listrik. Sebenarnya Benua Harapan dan Mawai Indah itu sudah masuk program, tapi karena ada pengalihan anggaran, jadi tertunda,” ujar Suriansyah saat diwawancarai.
Menurutnya, tertundanya program elektrifikasi di beberapa desa disebabkan oleh kendala pendanaan dari pemerintah pusat, mengingat proyek ini merupakan bagian dari program nasional. Meskipun demikian, Pemerintah Daerah (Pemda) tidak tinggal diam dan terus melakukan koordinasi serta komunikasi dengan pihak terkait agar program tersebut dapat kembali dilanjutkan dalam waktu dekat.
“Kalau listrik sudah masuk ke semua desa, pasti ekonomi warga juga ikut naik,” sambungnya.
Suriansyah menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) tetap berkomitmen untuk memperluas pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jaringan listrik, hingga ke wilayah terpencil. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan tersedianya akses listrik yang lebih merata, diharapkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan sosial di Kecamatan Batu Ampar dapat berkembang lebih baik di masa mendatang.ADV
![]()









