Sangatta – Human Immunodeficiency Virus atau HIV adalah salah satu virus yang dapat menimbulkan masalah serius pada seseorang yang terjangkit. Apabila tidak mendapatkan penanganan yang cepat, HIV akan berkembang menjadi AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome. Pasien yang terpapar AIDS akan mengalami kondisi dimana tubuh tidak mampu melawan infeksi yang ditimbulkan. Dengan kata lain AIDS adalah stadium akhir dari Infeksi HIV.
Sebagai upaya penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Kutim menggelar Pelatihan bagi peer educator (TOT) HIV/AIDS Perusahaan bertempat di Kawasan Wisma Raya Swarga Bara, Sangatta, yang dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 4 Juni sampai 6 Juni 2023.
Kegiatan itu dihadiri dan dibuka oleh Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang yang disaksikan oleh Sekretaris KPAD Harmadji Partodarsono, Superintendent Community Health and Education KPC Febriana Kurnia Sari, Manajemen KPC serta tamu undangan lainnya.
Kasmidi Bulang mengatakan, bahwa pelatihan ini memiliki tujuan untuk menjadikan para peserta sebagai trainer dalam memberikan edukasi di wilayah kerja mereka.
“Sesuai dengan tagline nasional yaitu zero AIDS 2030 di Indonesia, kedepannya wilayah Kutim wajib mewujudkan itu semua kepada masyarakat,” ucap Kasmidi.
Kasmidi mengungkapkan bahwa SPM di Kabupaten Kutim menyentuh angka 152 persen. Hal ini telah diupayakan dalam melakukan edukasi serta menciptakan sehingga dapat menekan angka HIV/AIDS secara maksimal.
“Pelatihan ini di ikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari karyawan perusahaan beberapa organisasi dan juga pegawai pemerintah Kabupaten Kutai Timur,” pungkasnya.ADV
![]()









