AdvetorialDPRD Kabupaten Kutai Timur

Bimtek Kutim Terancam Sia-sia, Novel Ajak Evaluasi

Sangatta – Dr. Novel Tyty Paembonan, Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menyoroti efisiensi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang sering dianggap kurang maksimal dan cenderung menggunakan materi yang sama. Hal tersebut, menurutnya, dapat mengarah pada pemborosan anggaran yang seharusnya dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak.

“Bukan saya katakan juga tidak maksimal, bisa saja maksimal, yang penting saya bilang tadi, silakan jalankan itu yang penting betul-betul wajar, dan itu memang keperluan,” ucap Novel Paembonan.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan Bimtek perlu dilakukan dengan wajar dan sesuai kebutuhan. Lanjutnya ia menekankan pentingnya memastikan bahwasanya Bimtek yang diadakan benar-benar diperlukan dan tidak hanya sekedar mengulang materi yang telah dibahas sebelumnya. “Yang tidak wajar itu kalau misalnya bikin Bimtek yang seharusnya tahun lalu itu dilakukan, atau misalnya bulan lalu itu sudah dilakukan, dilakukan lagi di kabupaten kota lain, itu kan tidak efektif, tidak efisien,” tambahnya.

Menurutnya, kegiatan Bimtek yang dilaksanakan secara berulang di tempat yang berbeda tanpa adanya kebutuhan yang jelas hanya akan memboroskan anggaran. Novel berharap agar tiap-tiap kegiatan Bimtek yang direncanakan dapat melalui evaluasi yang ketat guna memastikan efektivitas dan efisiensinya.

Novel juga menekankan pentingnya mengikuti perkembangan teknologi dalam pelaksanaan Bimtek. “Sekarang ini era teknologi yang canggih, digitalisasi yah, kita bisa Zoom saja sudah cukup, buka di Google saja kita sudah bisa dapat ilmunya,” tegasnya. Akan tetapi, ia juga menyadari bahwa ada kalanya kegiatan Bimtek perlu dilakukan secara tatap muka apabila memang ada hal-hal penting yang memerlukan diskusi langsung.

“Kita perlu Bimtek memang kita butuh, tapi jangan juga berlebihan,” ungkap Novel. Ia mengingatkan bahwasanya perjalanan dinas dan kegiatan Bimtek perlu dilakukan dengan tanggung jawab dan mengikuti aturan yang wajar. Dengan demikian, anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal guna mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Novel Paembonan mengharapkan dengan adanya evaluasi dan pengaturan yang lebih ketat, kegiatan Bimtek di Kutim ini dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien, sehingga takan terjadi pemborosan anggaran yang merugikan. “Intinya yang penting boleh lah perjalanan dinas, tetapi tentu yang wajar dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Dengan begitu, DPRD Kutim mendorong agar setiap OPD dapat lebih selektif dalam merencanakan kegiatan Bimtek, memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan benar-benar membawa manfaat dan berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.ADV

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *