BisnisEkonomiKutai Timur

Digital Marketing untuk UMKM: Dari Hati ke Skrin, Menaikkan Omset dengan Sentuhan Pribadi

Kutai Timur — Di sudut Ruang Tempudau, Kantor Bupati Kutim, suasana hangat tercipta ketika para pelaku UMKM berkumpul untuk mendalami digital marketing bersama Rizki Rahmadianti, owner Little Bee Boutique.

Bukan sekadar teori, sesi “Strategi Branding dan Inovasi untuk Kenaikan Omset UMKM” oleh Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Sangatta ini menyentuh soal bagaimana cerita dan empati bisa menembus layar dan menggerakkan hati pembeli.

Rizki mengajak para peserta bukan sekadar mencentang demografi di spreadsheet, melainkan membayangkan sosok di balik layar: ibu muda yang mencari seragam berkualitas, atau pemuda yang ingin tampil percaya diri.

“Kita harus tahu bukan hanya umur dan lokasi, tapi juga mimpi dan tantangan mereka,” ujarnya.

Dengan demikian, setiap konten menjadi sapaan hangat, bukan sekadar iklan dingin.

Memilih TikTok untuk Gen Z atau WhatsApp Business bagi pelanggan setia tidak hanya soal mengikuti tren, tapi soal menghadirkan cerita di tempat mereka berkumpul. Rizki meminta para UMKM memikirkan, “Apa kisah kita yang paling cocok diceritakan di sana?” Dengan begitu, posting bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari dialog dua arah.

Rizki menekankan lima elemen konten konversi—menarik perhatian, relevan, solusi, testimoni, dan ajakan membeli—bukan supaya pembeli merasa ditekan, melainkan agar mereka merasa dilihat dan dipahami.

“Saat kita memecahkan masalah mereka lewat konten, itu seperti memeluk mereka lewat layar,” katanya.

Testimoni bukan hanya rangkaian kata, tapi suara hati pelanggan yang senang. Memperluas jangkauan lewat iklan digital juga perlu sentuhan hati. Rizki menyarankan UMKM menetapkan anggaran yang wajar, memantau metrik penting, dan berhenti jika iklan tak lagi membawa kebaikan bukan sekadar klik, tapi dampak positif bagi kedua belah pihak.

Di ujung sesi, Rizki merangkum bahwa digital marketing bukan sekadar posting atau bayar iklan. Ia adalah perjalanan memahami, merawat, dan terus berkomunikasi dengan audiens.

“Ketika kita hadir dengan niat tulus, produk kita jadi bukan sekadar barang, tapi solusi dan sahabat bagi orang lain,” tutupnya.

Dalam keheningan Ruang Tempudau, para pelaku UMKM menyadari satu hal: keberhasilan di dunia digital lahir dari sentuhan kemanusiaan yang menghubungkan hati, bukan hanya algoritma. (SH)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *