AdvetorialDPRD Kabupaten Kutai Timur

DPRD Kutim Dorong Percepatan Rencana Pembangunan 2026, Ardiansyah: Jangan Terlambat Seperti Tahun Ini

Kutai Timur – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah menegaskan bahwa DPRD Kutim akan mendorong Pemerintah Daerah untuk menyiapkan rencana pembangunan tahun 2026 lebih cepat, agar tidak terjadi keterlambatan seperti tahun ini.

Ardiansyah menilai bahwa proses perencanaan yang terlambat menyebabkan pelaksanaan proyek fisik kerap menumpuk di akhir tahun dan berisiko terhadap mutu pekerjaan.

“Kami belajar dari tahun ini. Banyak kegiatan tertunda karena DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) terlambat turun. Tahun depan jangan sampai terulang lagi,” ujar Ardiansyah saat diwawancarai.

Ia menjelaskan bahwa penyusunan program dan kegiatan seharusnya dimulai sejak awal tahun agar semua tahapan administrasi dapat diselesaikan sebelum penetapan anggaran.

“Kalau semua disusun lebih dini, maka pelaksanaan bisa langsung jalan begitu anggaran disahkan,” sambungnya.

Menurutnya, DPRD siap memfasilitasi rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan program prioritas 2026 benar-benar tersusun dengan baik.

“Kami ingin semua dinas punya timeline yang jelas. Jangan tunggu waktu mepet baru kerja,” tegasnya.

Dirinya menilai, ketepatan waktu dalam penyusunan program sangat berpengaruh terhadap efektivitas pembangunan.

“Kalau terlambat, masyarakat yang dirugikan. Jalan tidak selesai, drainase terhambat, dan serapan anggaran jadi rendah,” ucapnya.

Ia juga meminta agar Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan OPD teknis bekerja lebih proaktif dalam menyinkronkan kebutuhan lapangan dengan ketersediaan anggaran.

“Kami tidak ingin hanya fokus pada angka, tapi juga pada hasil nyata di masyarakat,” katanya.

selain itu, ia turut menegaskan bahwa DPRD Kutim akan terus memperkuat peran pengawasan dan koordinasi dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2026 agar tidak lagi terjadi penundaan dokumen penting seperti DPA.

“Kalau rencana matang dari awal, pelaksanaan pun pasti lancar,” tuturnya.

Pria kelahiran 1972 itu memberikan pesan agar setiap instansi memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menyiapkan rencana pembangunan jangka menengah.

“Percepatan pembangunan bukan tentang bekerja terburu-buru, tapi tentang merencanakan dengan benar,” pungkasnya. (TS/ADV)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *