AdvetorialKominfo Kutai Timur

DLH Kutai Timur Fokuskan Pengelolaan Sampah Organik untuk Tekan Timbunan di TPA

Kutai Timur – Tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah di Kutai Timur kini dihadapi dengan langkah strategis.

Dengan sekitar 60 persen sampah yang dihasilkan merupakan sampah organik, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim memusatkan perhatian pada pengolahan limbah jenis ini agar tidak menumpuk di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Dewan Pengawas DLH Kutai Timur, Dewi Dohi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan tiga metode pengolahan organik yang dinilai paling efektif.

“Saat ini sekitar 60 persen dari total sampah di Kutai Timur merupakan sampah organik, sehingga fokus utama diarahkan pada pengolahan organik melalui tiga metode: cacing, maggot, dan kompos,” tuturnya.

“Targetnya adalah mengurangi 70 persen sampah yang masuk ke TPA, sehingga hanya 30 persen residu yang ditimbun,” ujarnya.

Menurut Dewi, pendekatan ini tidak hanya membantu mengurangi beban TPA, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Pengolahan dengan cacing dan maggot dapat menghasilkan pupuk organik dan pakan ternak bernilai jual tinggi, sedangkan kompos menjadi sumber daya penting untuk sektor pertanian dan penghijauan.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah berbasis organik akan menjadi fondasi penting dalam upaya menjadikan Kutai Timur sebagai daerah yang hijau, produktif, dan berdaya saing di bidang lingkungan hidup. (SH/ADV)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *