AdvetorialKominfo Kutai Timur

MYC Jadi Kunci Kutai Timur Permudah Realisasi 50 Program Unggulan

Kutai Timur – Pengumpulan Dana Bagi Hasil (DBH) hingga 50 persen tidak membuat langkah pembangunan di Kutai Timur kemudian terhenti. Pemerintah daerah menyatakan bahwa 50 program unggulan tetap akan terus berjalan, dengan strategi pembiayaan yang diatur melalui mekanisme Multi Years Contract (MYC).

Skema MYC dinilai bisa menjadi sebuah solusi visioner untuk menjamin menjanjikan pembangunan jangka panjang. Dengan pola ini, proyek berskala besar dapat diselesaikan secara bertahap tanpa harus menunggu kepastian anggaran penuh dalam satu tahun.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyampaikan tentang keyakinannya bahwa program prioritas tetap dapat dijalankan meskipun kondisi fiskal tengah mengalami penurunan. Menurutnya, MYC memberi ruang bagi pemerintah untuk memastikan pekerjaan tetap konsisten.

“Kontrak Multi Tahun tetap kita gunakan, MY inilah maka kita merasa yakin karena tiap tahun kan pasti kalau semua proyek itu kita asumsikan 2 triliun per tahunnya. Kalau kita buat dalam jangka waktu 4 tahun berarti setiap tahunnya yang kita perlukan,” katanya.

“Makanya MYC juga memudahkan kita berkomitmen melakukan pekerjaan ya seperti itu,” sambung Ardiansyah.

Ia menambahkan bahwa, meski ada pengurangan DBH, kebutuhan anggaran untuk menjalankan program unggulan masih mencukupi. Pemerintah optimistis seluruh rencana dapat dituntaskan sesuai target pembangunan daerah.

“Adanya pengurangan DBH yang diproyeksi sampai 50 persen itu, tapi ini 50 program unggulan itu bakal ada yang itu masih tetap kita karena saya melihat insyaallah cukup dananya,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Kutai Timur meneguhkan komitmennya untuk mewujudkan pembangunan yang berkesinambungan, sekaligus menjaga janji pembangunan yang telah dicanangkan bersama masyarakat. (SH/ADV).

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *