AdvetorialEkonomi

Bupati Kutim Tunggu Multiplier Effect dari Investasi BEC bagi Masyarakat

Kutai Timur – Investasi PT Bumi Etam Chemical (BEC) di Kecamatan Bengalon mulai memasuki tahap pembangunan. Bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), momentum tersebut membawa harapan agar investasi tidak berhenti pada pembangunan kawasan industri, tetapi menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Harapan itu berkaitan dengan multiplier effect atau dampak berantai yang dapat muncul dari aktivitas industri. Pemerintah daerah melihat peluang tersebut melalui terbukanya lapangan pekerjaan, tumbuhnya usaha masyarakat, serta berkembangnya sektor ekonomi pendukung di sekitar kawasan industri.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan hal tersebut usai kegiatan groundbreaking PT BEC Coal to Methanol Project di Kecamatan Bengalon, Senin (31/8/2026). Ia mengapresiasi dimulainya pembangunan proyek yang telah direncanakan sejak lebih dari satu dekade lalu.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kutai Timur, kita menyampaikan apresiasi dan terima kasih terhadap Pak Wamen Yuliot Tanjung yang hari ini datang untuk groundbreaking BEC ini,” ujarnya.

Menurut Ardiansyah, kehadiran BEC menjadi bagian dari perkembangan kawasan industri di Kutim, khususnya yang berkaitan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) dan Kawasan Ekonomi Khusus Batuta Chemical Industrial Park (BCIP).

Dengan dimulainya pembangunan tersebut, Kutim memiliki dua kawasan ekonomi yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan industri daerah. Namun, pemerintah daerah tidak ingin manfaat investasi hanya diukur dari nilai proyek maupun berdirinya kawasan industri.

“Kita harapkan ini nantinya akan mendongkrak lebih besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Jadi multiplier effect-nya ini yang kita tunggu,” ungkapnya.

Bupati juga menekankan pentingnya keberlanjutan pembangunan setelah tahapan groundbreaking. Menurutnya, pembangunan harus bergerak ke tahap berikutnya sehingga realisasi investasi memiliki kepastian dan tidak berhenti pada seremoni awal.

“Mudah-mudahan. Tadi saya mengamati sambutan Gubernur, jangan sampai yang dipancang hari ini berikutnya akan menjadi tiang terus sampai selamanya. Ini semoga tidak terjadi di BEC ini,” tegasnya.

Harapan tersebut menjadi perhatian karena keberlanjutan proyek akan menentukan sejauh mana investasi dapat menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya. Ketika pembangunan berlanjut hingga tahap operasional, peluang keterlibatan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal juga dapat berkembang sesuai kebutuhan proyek.

Bagi Pemkab Kutim, masuknya investasi berskala besar perlu berjalan seiring dengan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, realisasi pembangunan menjadi bagian penting untuk memastikan peluang yang dibawa investasi dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang lebih luas.

Ardiansyah berharap pembangunan BEC berjalan konsisten sesuai tahapan yang direncanakan. Keberlanjutan tersebut diharapkan memperkuat pengembangan kawasan industri sekaligus membuka ruang bagi masyarakat Kutim untuk memperoleh manfaat dari aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitarnya.

Dengan dimulainya pembangunan BEC, pemerintah daerah kini menanti tahapan berikutnya, bukan hanya dalam bentuk kemajuan fisik proyek, tetapi juga munculnya dampak berantai bagi masyarakat. Lapangan pekerjaan, aktivitas usaha, dan sektor ekonomi pendukung menjadi bagian dari manfaat investasi yang diharapkan tumbuh bersama pembangunan kawasan industri tersebut. (IR/ADV)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *