Sangatta – Masih maraknya anak anak putus sekolah menjadi PR pemerintah untuk mengatasinya. Karena pendidikan merupakan hal yang penting dan krusial bagi kehidupan manusia. Melalui pendidikan kita dapat meningkatkan taraf hidup, memperbaiki keadaan, dan juga memperoleh berbagai manfaat lainnya.
Dalam upaya menciptakan ruang belajar bagi anak putus sekolah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) tidak hanya memberikan beasiswa, juga turut membuat program pendidikan bagi mereka.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (kadisdikbud) Kutim, Mulyono mengatakan dalam mengantisipasi hal tersebut, Pemkab membuat program bagi anak yang putus sekolah agar tetap bisa menempuh pendidikan.
“Hampir semua kecamatan punya yang namanya PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat), itu yang menampung atau menangani anak anak yang putus sekolah berupa program paket dan kursus,” kata Mulyono.
Program itu terbagi menjadi dua, pertama dibawah naungan pemerintah dengan nama Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan kedua untuk yang swasta bernama PKBM.
“Jadi insya allah anak yang kurang beruntung ya tidak selesai sekolahnya bisa ikut paket. Artinya itu paket ini juga bisa digunakan untuk menghambat pekerjaan. Bahkan untuk urusan yang lain juga bisa digunakan karena sudah ada aturannya bahkan juga setara dengan sekolah formal,” jelasnya.
Dengan adanya program ini, pihaknya berharap agar semua elemen masyarakat mendapatkan memanfaatkannya.
“Kita memberikan ruang supaya mereka tetap mendapatkan peluang dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak standar dan bisa digunakan untuk kepentingannya, baik itu mencari pekerjaan ataupun hal yang lain gitu,” pungkasnya.ADV
![]()







