Jakarta – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bambang Susantono, mengumumkan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga akhir Januari 2024 telah mencapai 71,47% dari target yang ditetapkan untuk tahap pertama. Bambang menjelaskan bahwa pembangunan berjalan sesuai rencana, termasuk proyek-proyek groundbreaking 1 hingga 4 yang melibatkan delapan sektor utama.
“Pembangunan IKN tahap 1 terdiri dari empat groundbreaking 1 hingga 4, telah dilaksanakan pada September, November, Desember 2023, dan Januari 2024. Delapan sektor utama yang dibangun termasuk Hotel, Hunian, Ritel dan Logistik, Perkantoran, Pendidikan, Kesehatan, Energi dan Transportasi, serta Area Hijau,” ujar Bambang dalam konferensi pers di Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Dia menambahkan bahwa total investasi yang masuk untuk pembangunan tahap 1 mencapai Rp47,5 triliun, dengan investasi swasta sebesar Rp35,9 triliun. Saat ini, OIKN sedang mengevaluasi sekitar 350 Surat Kesepahaman yang telah diterima.
Proses evaluasi yang cermat dilakukan untuk memastikan kerja sama yang saling menguntungkan, khususnya dalam pembangunan IKN. Pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) juga menunjukkan progres yang baik, dengan pembangunan Istana Presiden dan Lapangan Upacara mencapai 54,7%.
Bambang menyampaikan bahwa penyelesaian berbagai sarana dan prasarana ini sesuai dengan target untuk merayakan Upacara 17 Agustus 2024 di IKN. Dampak positif juga terlihat bagi area sekitar pembangunan IKN.
Pembangunan IKN didasarkan pada perencanaan matang dengan melibatkan kajian, studi, dan diskusi dengan ahli di berbagai bidang. Adanya Rumah Teknologi di IKN akan menjadi wadah untuk melakukan proof of concept, memperlihatkan berbagai teknologi yang akan diterapkan di IKN.
Bambang menekankan komitmen OIKN untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif. Sebanyak 65% dari total luas IKN akan dijadikan area hutan kembali, sementara 10% akan digunakan untuk produksi pangan. Penghutanan kembali telah dilakukan di IKN dengan dukungan komunitas-komunitas yang terlibat dalam ‘Green Movement, Sabuk Hijau Nusantara’.
IKN juga meluncurkan Nusantara Net Zero Strategy 2045 di COP-28 di Dubai dan akan meluncurkan Nusantara Nature Positive Plan yang selaras dengan Kunming Montreal Global Biodiversity Framework.
Pembangunan IKN mendapat dukungan dari dunia internasional, termasuk 13 badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), seperti UN HABITAT, UNDP, UNICEF, UNESCAP, dan UN Woman.
Bambang berharap pembangunan IKN dapat terus berjalan sesuai target dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia, menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan mendorong pemerataan ekonomi menuju Indonesia emas pada 2045.
![]()







