Sangatta – Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan yang dilakukan oleh kontraktor mendapatkan sorotan dari Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur, Joni.
Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak sampingan pembangunan tersebut terhadap masyarakat sekitar, terutama terkait dengan keselamatan pengguna jalan.
Menurut Joni, banyaknya tanah dan pasir yang diletakkan di pinggir jalan oleh pihak kontraktor telah menjadi gangguan serius.
“Dalam pengerjaan mereka itu banyak tanah-tanah itu ditaruh di pinggir jalan, otomatis kan mengganggu masyarakat, mengganggu pengguna jalan di area itu,” ujarnya.
Terkait dengan masalah keselamatan, Joni menyebut bahwa kondisi jalan yang menjadi licin akibat pasir dan tanah tersebut berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Selain itu, perilaku penggunaan alat berat yang sembarangan juga dinyatakan merusak infrastruktur jalan.
Ketua DPRD ini mengaku bahwa sejauh ini belum ada teguran langsung yang dilayangkan karena menurutnya, pihak kontraktor seharusnya sudah memahami tanggung jawab mereka.
“Kalau seperti itu tidak usah ditegur lah paham sendiri, nanti kalau kita tegurkan repot lagi, artinya paham lah, kita kan sama-sama orang dewasa jadi mengerti,” katanya.
Meski begitu, Joni menekankan bahwa sebagai wakil rakyat, ia tetap akan menanggapi setiap aduan masyarakat.
“Kalau ada yang ngadu, ini ngadu ngadu saja lewat media-media saja kan, kalau tertulis itu kita turun ke lapangan, kita tinjau ke lapangan,” tutur Joni.
Dia juga mengingatkan dinas terkait untuk lebih proaktif dalam mengawasi dan memastikan bahwa pengerjaan pembangunan berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar proyek.
Joni berharap bahwa semua pihak terkait dapat bekerja sama dengan baik, sehingga pembangunan Pelabuhan Kenyamukan dapat terlaksana tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap regulasi.ADV
![]()







