Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menggelar “Workshop Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi dan Manajemen Risiko Tematik Penurunan Stunting” pada 4-5 November 2024. Kegiatan ini memiliki sejumlah tujuan strategis untuk memperkuat tata kelola program pemerintah dan menekan angka stunting di daerah tersebut.
Kadinas Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur, Achmad Junaidi, yang mewakili Pjs Bupati Agus Hari Kesuma, menyebutkan bahwa workshop ini merupakan langkah penting dalam memastikan efektivitas pelaksanaan program. “SPIP perlu diterapkan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga pengawasan program, demi hasil yang optimal,” ujar Junaidi.
Workshop ini juga dirancang untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di lingkungan DPPKB Kutim, terutama dalam memahami SPIP dan mengelola risiko secara sistematis. Pelaporan SPIP terintegrasi yang menjadi salah satu topik utama, diharapkan dapat membantu pengukuran keberhasilan program pemerintah dengan lebih terarah.
Selain itu, peserta workshop diajak untuk menyusun Kertas Kerja dan Manajemen Risiko yang relevan. Langkah ini bertujuan memastikan efisiensi dan efektivitas pencapaian target penurunan prevalensi stunting, yang menjadi salah satu fokus utama pembangunan di Kutai Timur.
Dengan pendanaan dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) DPPKB Tahun Anggaran 2024, kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas pengendalian internal pemerintah dan pelaksanaan program yang lebih berdampak.(SH/ADV)
![]()







