Sebelumnya, jumlah kasus stunting tercatat sebanyak 1.801 anak, namun kini jumlah tersebut telah menurun sekitar 50 kasus. “Angka stunting sebelumnya tercatat sebanyak 1.801 kasus. Sekarang, meskipun belum final, penurunan sudah sekitar 50 kasus, yang merupakan pencapaian yang sangat signifikan,” ungkap Junaidi. Meskipun ada penurunan, dia menegaskan bahwa data akan terus diperbarui untuk memastikan keberlanjutan penurunan angka stunting di daerah tersebut.
Selain itu, Junaidi juga menyoroti pentingnya kerja sama antara berbagai pihak untuk mempercepat penurunan angka stunting. Kolaborasi dengan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) dan perusahaan-perusahaan lokal yang memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) dinilai sangat membantu dalam upaya ini. “Kolaborasi dengan Baznas sangat membantu, dan bagi mereka yang tidak berafiliasi dengan syariah, kami akan bekerja sama dengan CSR perusahaan setempat yang siap turun langsung ke lapangan,” jelas Junaidi.
Penurunan juga tercatat pada angka keluarga berisiko stunting. Berdasarkan data awal, ada sekitar 19.000 keluarga berisiko stunting di Kutai Timur. Namun, pada Juni 2024 jumlah keluarga berisiko tersebut telah turun menjadi sekitar 15.000, dan pada September 2024 tercatat hanya sekitar 12.000 keluarga yang masih berisiko. “Penurunan ini sangat menggembirakan. Tata kelola data yang akurat sangat penting agar semua pencapaian ini bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Junaidi.
Data yang digunakan untuk memantau angka stunting dan keluarga berisiko stunting ini diperoleh melalui Sistem Informasi Keluarga (Siga), yang dikelola oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB). Junaidi berharap, upaya penurunan stunting ini akan terus berlanjut dan memberikan dampak positif terhadap kesehatan dan perkembangan anak-anak di Kutai Timur.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa melalui kerjasama yang solid dan pemantauan yang cermat, angka stunting di Kutai Timur dapat terus ditekan, memberikan harapan baru bagi masa depan generasi mendatang di Kutai Timur. (Adv)