Kepala Bidang Pembinaan dan Ketenagaan Disdikbud Kutim, Abbas Husaini, menyampaikan bahwa program internet gratis ini bertujuan untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah negeri. “Sekarang tidak lagi menggunakan jaringan dari Telkomsel atau provider lain. Semua sudah menggunakan jaringan satelit,” ujar Abbas. Dengan fasilitas ini, diharapkan guru dapat mengakses berbagai materi pembelajaran dan literatur online yang diperlukan untuk menunjang proses belajar mengajar di sekolah.
Internet gratis ini difokuskan untuk sekolah negeri karena para guru di sekolah tersebut memiliki kewajiban untuk menyelesaikan berbagai administrasi digital, seperti e-Kinerja, e-Absensi, dan Program Merdeka Mengajar (PMM), yang membutuhkan akses internet untuk mengunggah laporan dan karya mereka. “Internet ini memang khusus untuk sekolah negeri di Kutim. Sekolah swasta mungkin akan diprogramkan tahun depan,” jelas Abbas.
Meski program ini memberikan banyak manfaat, Abbas juga mengakui adanya tantangan yang perlu diperbaiki. Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar waktu guru digunakan untuk mengunggah laporan administratif, sehingga fokus utama pada pembelajaran menjadi terbatas. “Fokus pembelajaran hanya mencapai 20 persen, dan ini perlu diperbaiki,” kata Abbas. Kementerian Pendidikan juga mengingatkan agar penggunaan internet gratis ini lebih diarahkan untuk mendukung proses belajar mengajar, bukan hanya untuk memenuhi kewajiban administratif.
Disdikbud Kutim berkomitmen untuk terus memperbaiki pengelolaan fasilitas internet gratis ini agar dapat lebih bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kutai Timur. Program ini menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital pendidikan di daerah ini, dengan harapan dapat meningkatkan akses dan kualitas pembelajaran yang lebih baik bagi para siswa dan guru di Kutim. (Adv)