Kutai Timur — Upaya memperkuat fondasi industri olahraga di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) semakin menguat dengan dorongan yang datang langsung dari Anggota Komisi C DPRD Kutim sekaligus Ketua Umum Persikutim United, Pandi Widiarto. Menurutnya, sepak bola bukan hanya soal pertandingan di atas lapangan, tetapi juga tentang peluang ekonomi yang bisa menghidupkan kreativitas masyarakat.
“Kami mau teman-teman bisa menjadi bagian yang memiliki klub ini dengan versi terbaiknya. Misalnya membuat souvenir atau jersey,” ujarnya.
Pandi melihat tingginya antusiasme publik terhadap Persikutim United sebagai modal besar. Klub, kata dia, dapat menjadi lokomotif ekonomi baru melalui industri kreatif seperti merchandise, komunitas suporter, hingga kegiatan usaha kecil menengah yang berputar di sekitar aktivitas pertandingan.
“Ini bagian dari industri olahraga yang dampaknya nanti bisa dirasakan masyarakat,” lanjutnya.
Ia menekankan bahwa sebuah klub sepak bola akan berkembang lebih kuat jika dipandang sebagai milik warga, bukan sekadar organisasi yang berdiri di atas struktur formal. Dengan keterlibatan komunitas, suporter, UMKM, dan generasi muda, ekosistem industri olahraga diyakini bisa tumbuh lebih berkelanjutan.
“Kami mau klub ini milik masyarakat Kutim. Semua punya sisi tersendiri di hati untuk Kutim,” tegasnya.
Pria kelahiran 1991 ini juga menaruh harapan pada pembangunan sport center, sekolah olahraga, serta pola pembinaan klub yang lebih terstruktur. Kehadiran fasilitas dan program tersebut diyakini dapat membuka peluang pekerjaan baru, menciptakan pelaku usaha baru, sekaligus mendorong orientasi ekonomi olahraga ke arah yang lebih modern.
“Dengan ide dan gagasan terbaik teman-teman, itu akan menjadi versi terbaik Persikutim ke depan. Kami mau membangun iklim industri olahraga yang baik di Kutai Timur,” pungkasnya. (TS/ADV)
![]()







