Kutai Timur — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat upaya modernisasi pendidikan dengan menyiapkan 35 sekolah negeri sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG). Program ini dirancang untuk mendorong proses pembelajaran yang lebih modern, interaktif, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi pendidikan global.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa langkah tersebut didukung oleh perluasan jaringan internet melalui pemasangan Starlink. Tahun lalu, sebanyak 141 sekolah telah terhubung layanan internet tersebut, dan pada tahun ini pemerintah kembali menambah pemasangan di sejumlah sekolah lainnya.
Penyediaan infrastruktur jaringan ini ditangani oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diakominfostaper) Kutim sebagai bagian dari kolaborasi antardinas untuk mewujudkan sekolah digital.
“Jika program ini berhasil, Kutai Timur berpotensi memecahkan rekor nasional yang saat ini masih dipegang Kutai Kartanegara (Kukar),” ujar Mulyono, Rabu (19/11/2025).
Selain penguatan infrastruktur, Disdikbud juga menyiapkan para guru melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek). Pelatihan ini menjadi bekal penting bagi guru agar mereka siap memasuki tahap akreditasi digital Google dan mampu memanfaatkan platform Google for Education secara optimal.
Di sisi lain, Disdikbud turut menjalin kerja sama dengan organisasi Islam dalam merancang pembentukan Muhammadiyah Boarding School (MBS). Kehadiran MBS diharapkan menjadi sarana pendidikan berbasis agama yang selaras dengan pengembangan sekolah digital.
“Saat ini kami bersama organisasi Islam sedang menyusun rencana induk untuk membentuk MBS sekaligus mendukung pelaksanaan KSRG,” jelas Mulyono.
Seluruh upaya tersebut menjadi strategi jangka panjang Disdikbud Kutim untuk menyiapkan generasi yang siap menghadapi era digital dan bonus demografi pada tahun 2035. Pemerintah menargetkan peningkatan kualitas sekolah serta penguatan kompetensi peserta didik secara menyeluruh. ADV
![]()







