Kutai Timur – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) resmi meluncurkan Rencana Aksi Daerah (RAD) Strategi Anti Anak Tidak Sekolah (SITISEK) 2025 untuk menurunkan jumlah anak tidak sekolah (ATS) yang tercatat tertinggi di Kalimantan Timur.
Program ini menargetkan seluruh anak ATS dapat kembali mengakses pendidikan formal dalam beberapa tahun ke depan.
Data Pusdatin Kemendikbudristek per Maret 2025 mencatat 13.411 anak di Kutim berstatus ATS. Dari jumlah tersebut, 9.945 anak belum pernah bersekolah, 1.996 anak putus sekolah, dan 1.470 anak tidak melanjutkan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono, menyebut penyebab tingginya ATS antara lain kondisi ekonomi keluarga, keterbatasan akses pendidikan, perkawinan usia dini, dan pekerja anak di sektor perkebunan serta pertambangan.
“Angka ATS kita tertinggi di Kaltim. Pemerintah harus bergerak cepat dan terarah untuk mengatasinya,” ujar Mulyono usai peluncuran SITISEK, Jum’at (21/11/2025).
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan.
Ia menekankan bahwa fasilitas pendidikan yang telah disediakan seharusnya menghilangkan alasan bagi orang tua untuk tidak menyekolahkan anak.
Pemkab Kutim juga menyiapkan kemungkinan penerapan sanksi bagi orang tua yang membiarkan anak tidak bersekolah.
“Penguatan pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi salah satu fokus agar dasar pendidikan anak lebih kuat,” terangnya.
Penyusunan SITISEK dilakukan bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) agar strategi penanganan ATS tersusun komprehensif dan berbasis data.
Sebagai dukungan implementasi, pemerintah mengalokasikan lebih dari 20 persen APBD ke sektor pendidikan.
Program yang telah berjalan mencakup bantuan seragam, buku, perlengkapan sekolah gratis, BOPDA dan BOSDA, beasiswa bagi lebih dari 20 persen siswa SD–SMP, perbaikan infrastruktur sekolah, serta peningkatan insentif tenaga pendidik.
Peluncuran SITISEK menjadi langkah awal Pemkab Kutim menurunkan angka ATS secara signifikan dan memastikan setiap anak di Kutai Timur mendapatkan hak pendidikannya.ADV
![]()







