AdvetorialPemerintah Kutai Timur

Pemkab Kutim Perkuat Hilirisasi Perikanan untuk Tingkatkan Nilai Ekonomi Hasil Laut

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menempatkan sektor perikanan sebagai salah satu fokus pengembangan ekonomi daerah melalui penerapan hilirisasi. Langkah tersebut diarahkan agar hasil laut tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, ketika menghadiri Sosialisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim di Pelangi Room Hotel Royal Victoria pada Senin (20/7/2026).

Dalam pemaparannya, Ardiansyah menyebut wilayah Kutai Timur memiliki kekayaan sumber daya laut yang sangat menjanjikan. Meski demikian, menurutnya, potensi tersebut belum mampu memberikan nilai ekonomi secara maksimal karena belum tersedianya industri pengolahan hasil perikanan di daerah.

“Yang kita tunggu lagi ini adalah pengolahan ikan yang saat ini masih belum muncul di Kutai Timur. Padahal kita punya, laut kita ini sedang menunggu,” ucap Ardiansyah.

Ia menjelaskan bahwa hasil tangkapan nelayan selama ini lebih banyak dijual dalam kondisi segar tanpa melalui proses pengolahan. Karena itu, pemerintah daerah berupaya menarik investasi yang dapat menghadirkan industri pengolahan agar produk perikanan memiliki nilai jual yang lebih tinggi sekaligus mampu meningkatkan daya saing di pasar.

Bupati juga memiliki harapan agar ke depan masyarakat Kutai Timur dapat mengelola armada perikanan sendiri yang dilengkapi fasilitas pengolahan hasil tangkapan, termasuk industri pengalengan ikan. Dengan adanya sarana tersebut, proses penangkapan hingga pengolahan dapat dilakukan di daerah sehingga manfaat ekonominya tidak keluar ke wilayah lain.

“Saya memimpikan ada kapal yang beroperasi di Kutai Timur milik masyarakat Kutai Timur yang langsung mengolah hasil tangkapan, termasuk pengalengan ikan. Itu yang kita belum punya,” tuturnya.

Selain mendorong tumbuhnya industri pengolahan, Ardiansyah menilai masih dominannya pelaku usaha dari luar daerah dalam memanfaatkan potensi perikanan Kutai Timur menjadi peluang bagi masyarakat lokal untuk ikut berkembang. Oleh sebab itu, pemerintah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang mendukung agar semakin banyak usaha baru bermunculan, mulai dari sektor penangkapan ikan, pengolahan, hingga distribusi hasil laut.

Menurutnya, pengembangan sektor perikanan menjadi salah satu strategi untuk mengurangi ketergantungan ekonomi pada sektor pertambangan dan perkebunan. Kehadiran industri berbasis perikanan diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, serta memperkuat perekonomian daerah secara berkelanjutan. Upaya tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan Kutai Timur untuk mewujudkan daerah yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memanfaatkan potensi kelautan secara optimal. (DW/ADV)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *