Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus mematangkan berbagai persiapan menjelang beroperasinya Pelabuhan Kenyamukan. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di kawasan pesisir, melalui peningkatan aktivitas transportasi, perdagangan, dan investasi.
Harapan tersebut disampaikan Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang menilai keberadaan pelabuhan akan memberikan manfaat lebih dari sekadar menjadi pintu keluar masuk barang dan penumpang. Menurutnya, pemerintah daerah saat ini tengah melengkapi berbagai fasilitas pendukung agar operasional pelabuhan dapat berjalan secara maksimal ketika mulai difungsikan.
Salah satu langkah yang telah direncanakan adalah mengundang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) untuk membuka layanan kapal penumpang di Pelabuhan Kenyamukan. Kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu memperluas akses transportasi laut masyarakat Kutai Timur, sekaligus mempererat hubungan dengan berbagai daerah, terutama wilayah Sulawesi yang selama ini menjadi salah satu tujuan perjalanan masyarakat.
“Kalau Pelabuhan Kenyamukan sudah beroperasi, Pelni insyaallah akan kita undang untuk hadir di Kutim. Dengan begitu masyarakat memiliki pilihan transportasi yang lebih baik dan mobilitas antardaerah semakin lancar,” ujar Ardiansyah pada Sosialisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim, di Pelangi Room Hotel Royal Victoria pada Senin (20/7/2026).
Lebih lanjut, Ardiansyah menjelaskan bahwa pembangunan Pelabuhan Kenyamukan dipandang sebagai investasi jangka panjang yang mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah. Meningkatnya aktivitas distribusi barang dan mobilitas penumpang diyakini akan memacu pertumbuhan berbagai sektor usaha, mulai dari perdagangan, jasa, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah yang berada di sekitar kawasan pelabuhan.
Menurutnya, perkembangan kawasan tersebut berpotensi melahirkan pusat aktivitas ekonomi baru seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat maupun pelaku usaha. Berbagai fasilitas penunjang seperti akomodasi, rumah makan, layanan transportasi, serta distribusi kebutuhan pokok diperkirakan akan tumbuh mengikuti perkembangan kawasan pelabuhan.
“Mungkin nanti ada hotel, ada restoran, angkutan umum, travel, kemudian barang-barang kebutuhan pokok juga turun di sana. Saya yakin Kenyamukan akan menjadi daerah pertumbuhan baru,” ucapnya.
Meski operasional pelabuhan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat, pemerintah daerah terus menuntaskan sejumlah pekerjaan pendukung yang masih berlangsung. Penyelesaian pembangunan terminal beserta akses jalan menuju pelabuhan menjadi prioritas agar seluruh fasilitas dapat berfungsi secara optimal saat pelabuhan mulai beroperasi.
Pemkab Kutim optimistis Pelabuhan Kenyamukan akan menjadi salah satu pendorong pembangunan daerah. Selain meningkatkan konektivitas transportasi dan distribusi logistik, keberadaan pelabuhan tersebut diharapkan mampu menarik investasi baru, membuka kesempatan usaha yang lebih luas, menciptakan lapangan pekerjaan, serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur.
![]()







