AdvetorialPemerintah Kutai Timur

Pesan Bupati Ardiansyah Sulaiman kepada 53 Mahasiswa STIPER Jelang KKN di Kecamatan Kaubun

Kutai Timur – Pengalaman pribadi Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, saat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) puluhan tahun silam menjadi bekal berharga yang ia sampaikan kepada 53 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Sangatta yang akan menjalani masa pengabdian. Menurut Ardiansyah, kegiatan pengabdian di desa semestinya mampu melahirkan manfaat nyata yang dapat terus dirasakan masyarakat, bahkan setelah masa KKN itu sendiri berakhir.

Pesan tersebut ia sampaikan saat membuka kegiatan Pembekalan Santiaji KKN Angkatan XXII (22) STIPER Sangatta, yang digelar di Aula STIPER pada Selasa (21/7/2026).

Di hadapan para mahasiswa, Ardiansyah mengenang kembali pengalamannya saat menjalani KKN pada tahun 1990 di salah satu desa di Kabupaten Paser. Kala itu, bersama rekan-rekan mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan, mereka melihat adanya potensi komoditas kopi dan jahe yang dimiliki masyarakat setempat. Dari sana, muncul inisiatif untuk mendorong lahirnya usaha rumahan berupa produk kopi jahe.

Ia menjelaskan, keberhasilan usaha tersebut tidak semata-mata lahir dari tanggung jawab menjalankan program KKN, melainkan lebih kepada kemampuan mahasiswa dalam membaca potensi lokal serta menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Beberapa bulan setelah masa KKN usai, ia bahkan mendapat kabar bahwa usaha yang dirintis bersama warga tersebut terus berkembang dan menjadi salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat di desa itu.

“Alhamdulillah usaha masyarakat jadi. Itu hanya salah satu contoh bahwa kita sanggup memberikan kontribusi yang berharga bagi masyarakat untuk meningkatkan ekonomi dan sebagainya,” ujar Ardiansyah dalam sambutannya.

Ardiansyah berharap, pengalaman serupa dapat pula diwujudkan oleh para mahasiswa STIPER yang akan melaksanakan pengabdian di enam desa di Kecamatan Kaubun. Selama 45 hari berada di tengah-tengah masyarakat, ia berharap mahasiswa tidak hanya sekadar menuntaskan kewajiban akademik semata, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan maupun program kerja yang benar-benar memberikan nilai tambah bagi desa tempat mereka mengabdi.

Ia menilai, mahasiswa memiliki posisi yang strategis sebagai mitra masyarakat dalam upaya mengembangkan berbagai potensi daerah, khususnya di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta berbagai usaha yang berbasis pada sumber daya lokal.

Oleh karena itu, Ardiansyah meminta agar setiap kelompok KKN dapat secara aktif membangun dialog dengan masyarakat, sehingga mampu memahami kebutuhan nyata yang ada di lapangan sebelum menyusun program kerja yang akan dijalankan selama masa pengabdian.

Melalui semangat pengabdian tersebut, orang nomor satu di Kutai Timur ini berharap kehadiran para mahasiswa STIPER tidak hanya sekadar meninggalkan laporan akademik sebagai bukti kegiatan, melainkan juga jejak pembangunan yang manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat, bahkan setelah masa kegiatan KKN tersebut resmi berakhir. (DZ/ADV)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *