Kutai Timur – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang digelar di Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, keluarga, tenaga pendidik, dan masyarakat luas dalam mewujudkan generasi anak-anak Kutai Timur yang sehat, cerdas, ceria, sekaligus terlindungi.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, saat membuka rangkaian peringatan HAN pada Kamis (23/7/2026). Menurut Ardiansyah, keberhasilan dalam membangun generasi masa depan tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan dan kepedulian dari seluruh elemen masyarakat secara menyeluruh.
“Sayang anak, lindungi mereka, dan sayangi mereka. Ini adalah bentuk kepedulian kita sebagai orang tua,” ujar Ardiansyah di hadapan para orang tua, guru, serta peserta didik yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah (pemda) terus berupaya memperkuat berbagai kebijakan yang mendukung tumbuh kembang anak, mulai dari penguatan layanan pendidikan anak usia dini hingga penerapan program wajib belajar selama 13 tahun. Meski demikian, Ardiansyah menegaskan bahwa berbagai kebijakan tersebut baru dapat berjalan secara optimal apabila mendapat dukungan penuh dari keluarga serta lingkungan yang mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan kesempatan seluas-luasnya bagi anak untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kutai Timur, Siti Robiah, menyampaikan bahwa keberhasilan dalam membangun karakter anak harus dimulai sejak dari lingkungan rumah dan sekolah. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh orang tua untuk terus mendampingi proses pendidikan anak, menjaga tumbuh kembangnya, serta memastikan kebutuhan gizi terpenuhi agar perkembangan fisik dan mental anak dapat berjalan secara seimbang.
“Anak-anak kita harus dikawal pendidikannya, harus dikawal tumbuh kembangnya. Mudah-mudahan kita semua diberikan kemampuan untuk bisa mengawal anak-anak kita sampai dewasa dan menjadi anak-anak yang punya karakter yang baik,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Camat Sangatta Utara yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, menjelaskan bahwa peringatan HAN tahun ini diikuti oleh sekitar 4.000 peserta yang berasal dari 47 Taman Kanak-kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), serta Satuan PAUD Sejenis (SPS) yang tersebar di wilayah Sangatta Utara.
Selain kegiatan senam bersama, para peserta juga mengikuti rangkaian kegiatan lain seperti minum susu bersama, makan olahan ikan, hingga lomba kreasi olahan berbahan dasar ikan. Rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya orang tua dan anak, mengenai pentingnya pemenuhan gizi bagi tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Hasdiah menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Bunda PAUD Kecamatan Sangatta Utara, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia-Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI), para tenaga pendidik, orang tua, serta berbagai pihak lain yang memiliki kepedulian tinggi terhadap upaya perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak.
Melalui sinergi yang terus diperkuat dari berbagai pihak tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi sekadar agenda seremonial tahunan semata. Lebih dari itu, momentum ini diharapkan dapat menjadi pengingat bersama bahwa masa depan daerah sangat ditentukan oleh sejauh mana keberhasilan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga, mendidik, dan melindungi anak-anak sejak usia dini. (DZ/ADV)
![]()







