AdvetorialPemerintah Kutai Timur

Kemitraan Pemkab Kutai Timur dan PPTI Diperkuat untuk Percepat Eliminasi TBC

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra dalam upaya menekan angka kasus tuberkulosis (TBC). Salah satu kerja sama yang dinilai memberikan kontribusi besar adalah kemitraan dengan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), yang selama ini berperan aktif dalam kegiatan edukasi, pendampingan pasien, serta penemuan kasus hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, saat menghadiri Rapat Pemantapan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Kabupaten Kutai Timur yang berlangsung di Ruang Damar, Gedung Serba Guna (GSG), Kamis (23/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia memberikan apresiasi kepada seluruh organisasi yang telah mendukung program penanggulangan TBC, termasuk PPTI yang dinilai konsisten bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Ardiansyah menegaskan bahwa keberhasilan program eliminasi TBC sangat bergantung pada keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Ia mengatakan, “Kami berharap semua organisasi mitra dapat terus mengambil peran. Kalau kita memiliki komitmen bersama, saya yakin masih banyak hal yang bisa kita selesaikan terkait tuberkulosis di Kutim.” Menurutnya, kolaborasi yang berkesinambungan akan memperkuat berbagai upaya pencegahan, penemuan kasus, hingga pendampingan pasien selama menjalani pengobatan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Yuwana, menjelaskan bahwa PPTI saat ini didukung oleh 282 kader kesehatan yang tersebar di 139 desa, 20 kelurahan, dan 18 kecamatan di Kabupaten Kutai Timur. Para kader tersebut berperan sebagai ujung tombak dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, mendampingi pasien, serta membantu pelaksanaan penelusuran kontak erat untuk mempercepat penemuan kasus baru.

Yuwana juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi PPTI yang selama ini aktif mendukung program pemerintah. Ia mengatakan, “Kami menyampaikan apresiasi kepada PPTI Kabupaten Kutim yang selama ini telah berkontribusi aktif mendukung upaya penanggulangan tuberkulosis. Sinergi yang dibangun berjalan sangat baik, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan.” Ia menambahkan bahwa seluruh kecamatan di Kutai Timur kini telah memiliki kepengurusan atau ranting PPTI yang bekerja sama dengan puskesmas dalam melaksanakan berbagai kegiatan penanggulangan TBC. Setelah terbentuk, masing-masing tim langsung menjalankan edukasi dan pendampingan di desa-desa sehingga layanan penanggulangan TBC semakin dekat dengan masyarakat.

Melalui penguatan kemitraan antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, PPTI, organisasi profesi, dunia usaha, dan masyarakat, Pemkab Kutai Timur optimistis target eliminasi TBC pada tahun 2030 dapat tercapai. Selain mempercepat penemuan kasus dan meningkatkan kepatuhan berobat, kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu memperluas kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini serta pencegahan penularan tuberkulosis. (CV/ADV)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *