AdvetorialPemerintah Kutai Timur

Wakil Bupati Mahyunadi Dorong Pembentukan Tim Percepatan Penanggulangan HIV di Kutim

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus mematangkan langkah percepatan dalam penanggulangan Human Immunodeficiency Virus (HIV) melalui penguatan koordinasi lintas sektor. Salah satu langkah yang didorong adalah pembentukan tim percepatan, yang diharapkan mampu mengakselerasi pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030 mendatang.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan HIV Tahun 2026 yang digelar di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutai Timur, pada Jumat (24/7/2026).

Dalam arahannya, Mahyunadi menegaskan bahwa upaya penanggulangan HIV memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh pemangku kepentingan yang ada. Menurutnya, hasil dari rapat koordinasi tersebut tidak boleh hanya berhenti sebatas forum diskusi semata, melainkan harus melahirkan langkah-langkah konkret yang dapat diimplementasikan bersama, guna menekan angka penyebaran HIV di wilayah Kutai Timur.

“Saya berharap hasil koordinasi ini disimpulkan menjadi rekomendasi. Jangan hanya menjadi rapat yang kemudian tidak ada kesimpulan. Kalau ada kesimpulan, nanti bisa kita bawa menjadi agenda kita selanjutnya,” ujar Mahyunadi dalam sambutannya.

Sebagai tindak lanjut dari arahan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur, Yuwana, menyampaikan bahwa pembentukan tim percepatan menjadi salah satu kebutuhan yang mendesak untuk segera direalisasikan, mengingat waktu menuju target eliminasi HIV pada tahun 2030 semakin terbatas.

Ia menjelaskan, capaian terhadap indikator global 95-95-95 masih memerlukan kerja keras dari seluruh pihak, agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui status HIV mereka, bersedia menjalani terapi antiretroviral, hingga mencapai kondisi supresi virus sebagaimana yang ditargetkan.

“Kalau melihat kondisi saat ini, PR kita masih jauh. Target eliminasi tahun 2030 sepertinya masih jauh sekali untuk dikejar. Artinya ini menjadi PR kita bersama, termasuk nanti mudah-mudahan segera dibentuk tim percepatan penanggulangan HIV/AIDS di Kutai Timur supaya target 95-95-95 bisa terpenuhi. Syukur kalau bisa mencapai eliminasi,” jelas Yuwana dalam kesempatan yang sama.

Yuwana menambahkan, tim percepatan yang akan dibentuk tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD), pihak rumah sakit, puskesmas, organisasi masyarakat, kalangan dunia usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya yang memiliki kepedulian terhadap isu ini.

Melalui sinergi antarpihak tersebut, ia berharap berbagai program mulai dari pencegahan, edukasi, deteksi dini, pengobatan, hingga pendampingan pasien dapat berjalan dengan lebih terpadu, sekaligus mampu menjangkau seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Kutai Timur.

Melalui rencana pembentukan tim percepatan tersebut, Pemkab Kutai Timur berharap upaya penanggulangan HIV di daerah dapat berjalan semakin terarah, terukur, dan berkelanjutan. Dengan begitu, target eliminasi HIV pada tahun 2030 diharapkan dapat diwujudkan melalui kerja sama yang solid dari seluruh elemen masyarakat yang ada. (DZ/ADV)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *