Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) kembali menegaskan komitmennya untuk terus memenuhi hak-hak anak melalui penguatan pendidikan, perlindungan, serta penciptaan lingkungan yang aman dan nyaman, sebagai fondasi penting menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, saat membuka Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, yang dirangkai dengan talkshow bertajuk “Sekolah Seru, Mimpiku Melaju” di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta, pada Sabtu (25/7/2026).
Dengan mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, Ardiansyah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menempatkan kepentingan anak sebagai prioritas bersama. Menurutnya, anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, bebas dari rasa takut, serta memperoleh kesempatan untuk berkembang secara optimal sesuai dengan potensi masing-masing.
“Kita melihat keceriaan anak-anak luar biasa. Pesan saya kepada kita semua, jangan sampai mereka menangis karena kita. Justru hilangkan tangisan mereka. Jangan kita didik mereka dengan kalimat yang membuat mereka takut, tetapi didiklah dengan kalimat yang menyenangkan, memberikan kasih sayang dan rasa nyaman,” pesan Ardiansyah.
Ia turut menegaskan bahwa komitmen tersebut telah diwujudkan melalui berbagai program pemerintah daerah (pemda), mulai dari penguatan pendidikan sejak usia dini hingga upaya menghadirkan lingkungan yang ramah dan mendukung tumbuh kembang anak. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya dapat diukur dari sisi pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga dari sejauh mana pemerintah berhasil memenuhi hak-hak anak untuk memperoleh pendidikan, perlindungan, layanan kesehatan, serta ruang tumbuh kembang yang berkualitas.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutai Timur, Idham Cholid, menyampaikan bahwa peringatan HAN pada tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, kalangan dunia usaha, media, serta keluarga, dalam upaya bersama memenuhi hak-hak anak.
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 600 hingga 700 peserta tersebut turut menghadirkan psikolog anak Seto Mulyadi, yang akrab disapa Kak Seto, bersama fasilitator nasional Sekolah Ramah Anak, Baharuddin, sebagai narasumber dalam talkshow yang digelar.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional ini, Pemkab Kutai Timur berharap kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak dapat semakin menguat. Dengan begitu, anak-anak di Kabupaten Kutai Timur diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta siap menyongsong cita-cita besar Indonesia Emas 2045. (DZ/ADV)
![]()







