Kutai Timur – Sebuah langkah baru dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting resmi dimulai di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), melalui peluncuran program Pelayanan Terpadu dan Serentak Tuntaskan Stunting, atau yang dikenal dengan sebutan Pentas Kutim.
Program yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur tersebut diperkenalkan bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional ke-42, bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) pada Minggu (26/7/2026). Program ini dihadirkan sebagai strategi kolaboratif guna memperkuat pemantauan pertumbuhan anak, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi ibu dan balita di seluruh wilayah Kutai Timur.
Kepala Dinkes Kutai Timur, Yuwana Sri Purnawiati, menjelaskan bahwa Pentas Kutim merupakan gerakan pelayanan terpadu yang dirancang khusus untuk mempercepat penurunan angka stunting, melalui keterlibatan berbagai unsur, mulai dari tenaga kesehatan, kader Posyandu, satuan pendidikan, hingga berbagai perangkat daerah lintas sektor.
Menurut Yuwana, program tersebut lahir sebagai respons atas masih tingginya prevalensi stunting di Kutai Timur, yang saat ini berada di kisaran 16 persen. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan langkah yang lebih terintegrasi agar target penurunan stunting sesuai standar nasional dapat tercapai secara optimal.
“Gerakan ini merupakan pelayanan terpadu dan serentak untuk menuntaskan stunting di Kabupaten Kutim. Melalui program ini kami ingin memperkuat pemantauan pertumbuhan anak, meningkatkan intervensi sejak dini, sekaligus mempercepat penurunan angka stunting,” ujar Yuwana dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, Pentas Kutim tidak hanya berorientasi pada penanganan atau pengobatan ketika anak telah mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi lebih menitikberatkan pada upaya pencegahan yang dilakukan sejak awal kehidupan, bahkan sejak masa kehamilan.
Yuwana memaparkan, sejumlah kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian program tersebut di antaranya adalah pendampingan terhadap ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita secara berkala, pemberian makanan tambahan, edukasi kesehatan kepada keluarga, hingga penguatan kualitas data terkait stunting di lapangan.
Ia berharap, seluruh pemangku kepentingan yang ada dapat turut berkolaborasi secara aktif dalam mendukung implementasi Pentas Kutim, mengingat penanganan stunting tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan dukungan dari berbagai sektor lain yang saling terkait.
Melalui sinergi lintas sektor serta keterlibatan aktif masyarakat, Yuwana menyatakan optimismenya bahwa upaya memperbaiki kualitas kesehatan anak di Kutai Timur dapat berjalan dengan lebih efektif ke depannya. Ia meyakini, langkah tersebut akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, sejalan dengan cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045. (DZ/ADV)
![]()







