AdvetorialPemerintah Kutai Timur

Kepala Dinkes Yuwana: Posyandu Tetap Jadi Ujung Tombak Pencegahan Stunting Lewat Pentas Kutim

Kutai Timur – Keberadaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) tetap menjadi pilar utama dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Melalui program Pelayanan Terpadu dan Serentak Tuntaskan Stunting (Pentas Kutim), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur berupaya mengoptimalkan kembali fungsi Posyandu, agar pemantauan tumbuh kembang balita dapat menjangkau lebih banyak anak secara berkelanjutan di seluruh wilayah.

Kepala Dinkes Kutai Timur, Yuwana Sri Purnawiati, mengatakan bahwa Posyandu merupakan layanan kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat, sehingga keberadaannya memiliki peran yang sangat strategis dalam mendeteksi lebih dini gangguan pertumbuhan anak, sebelum kondisi tersebut berkembang menjadi stunting.

Menurutnya, salah satu tantangan yang masih dihadapi hingga saat ini adalah rendahnya tingkat kehadiran balita di Posyandu. Ia menyebutkan, tidak sedikit orang tua yang berhenti membawa anaknya setelah proses imunisasi dasar selesai dijalani, padahal pemantauan berat badan, tinggi badan, dan status gizi anak harus tetap dilakukan secara rutin hingga anak berusia lima tahun.

“Posyandu tetap menjadi ujung tombak kita. Kalau anak tidak datang ke Posyandu, maka kader bersama petugas kesehatan akan melakukan penjangkauan agar pertumbuhan anak tetap bisa dipantau,” ujar Yuwana di Gedung Serba Guna (GSG), Minggu (26/7/2026).

Yuwana menjelaskan, melalui program Pentas Kutim, peran kader Posyandu tidak lagi hanya sebatas melaksanakan penimbangan rutin semata. Para kader juga akan diperkuat kapasitasnya dalam melakukan edukasi kepada keluarga, mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak, pemberian makanan bergizi seimbang, serta deteksi dini apabila ditemukan indikasi gangguan pertumbuhan pada anak yang dipantau.

Selain itu, ia menambahkan bahwa hasil pengukuran yang dilakukan di Posyandu nantinya akan terintegrasi dengan sistem pencatatan milik Dinkes, sehingga dapat memudahkan proses pemantauan sekaligus tindak lanjut terhadap balita yang membutuhkan intervensi lebih lanjut.

Ia menjelaskan, penguatan peran kader ini juga akan dibarengi dengan peningkatan kapasitas melalui pelatihan-pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, agar para kader semakin percaya diri dan kompeten dalam menjalankan tugasnya membantu masyarakat.

Yuwana berharap, optimalisasi peran Posyandu tersebut dapat meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan dasar bagi balita di seluruh wilayah Kutai Timur. Dengan keterlibatan aktif dari kader, tenaga kesehatan, pemerintah desa, serta dukungan penuh dari keluarga, upaya pencegahan stunting diharapkan dapat berjalan lebih efektif, sehingga setiap anak di Kutai Timur memperoleh kesempatan untuk tumbuh sehat, optimal, dan menjadi generasi penerus yang berkualitas di masa mendatang. (DZ/ADV)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *