Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) harus dilakukan melalui pendekatan yang menyeluruh. Selain memastikan anak memperoleh gizi yang cukup dan layanan kesehatan yang optimal, pemerintah juga memandang pendidikan sebagai faktor utama dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, saat menghadiri peluncuran Program Pelayanan Terpadu dan Serentak Tuntaskan Stunting (Pentas Kutim) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Gedung Serba Guna (GSG), Minggu (26/7/2026). Menurutnya, keberhasilan menurunkan angka stunting perlu diiringi dengan peningkatan kualitas pendidikan agar anak-anak memiliki kesempatan berkembang secara optimal.
“Anak-anak yang sehat harus mendapatkan pendidikan yang baik. Karena tujuan kita bukan hanya menurunkan angka stunting, tetapi juga menyiapkan generasi Kutai Timur yang cerdas, produktif, dan mampu bersaing di masa depan,” ujar Ardiansyah dalam sambutannya.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah selama ini terus mengembangkan berbagai program yang mendukung tumbuh kembang anak dari berbagai aspek. Beragam kebijakan di bidang kesehatan, peningkatan gizi, hingga perluasan akses pendidikan dijalankan secara bersamaan sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Menurut Ardiansyah, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh kemajuan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas masyarakat yang dimiliki. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak perlu berjalan beriringan dengan upaya memberikan akses pendidikan yang layak sejak usia dini sehingga setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang secara maksimal.
Melalui Program Pentas Kutim, pemerintah berharap pelaksanaan pencegahan stunting dapat dilakukan secara lebih komprehensif. Program tersebut tidak hanya memperkuat pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa setiap anak berhak memperoleh lingkungan yang mendukung kesehatan, pendidikan, dan perkembangan mereka secara seimbang.
Ardiansyah juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kerja sama dalam mendukung berbagai program pemerintah. Keluarga, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, perangkat daerah, hingga masyarakat diharapkan dapat berperan aktif sesuai bidang masing-masing agar upaya peningkatan kualitas SDM dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ia optimistis sinergi yang kuat antara sektor pendidikan dan kesehatan akan menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi Kutai Timur yang sehat, berkarakter, produktif, serta memiliki daya saing tinggi. Dengan kolaborasi tersebut, pemerintah berharap cita-cita mewujudkan sumber daya manusia unggul sebagai bagian dari Indonesia Emas 2045 dapat tercapai. (ADV/DW)
![]()







