Kutai Timur – Upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas tidak hanya bergantung pada pemenuhan kebutuhan gizi maupun layanan kesehatan. Lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak juga menjadi faktor penting dalam membentuk karakter, kesehatan, serta kemampuan anak sejak usia dini. Karena itu, Bunda PAUD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Siti Robiah, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun lingkungan yang ramah anak.
Ajakan tersebut disampaikan saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang dirangkaikan dengan peluncuran Program Pelayanan Terpadu dan Serentak Tuntaskan Stunting (Pentas Kutim) di Gedung Serba Guna (GSG), Minggu (26/7/2026). Menurutnya, setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang mampu memberikan rasa aman, perhatian, serta kesempatan untuk mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya.
Siti Robiah menilai tanggung jawab menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak tidak hanya berada di tangan keluarga. Sekolah, pemerintah, dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam memastikan anak memperoleh perlindungan, pendidikan, serta ruang yang kondusif untuk belajar dan berkembang.
“Anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang agar mereka dapat tumbuh dengan sehat, percaya diri, dan mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya,” ucap Siti Robiah pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang dirangkaikan dengan peluncuran Program Pelayanan Terpadu dan Serentak Tuntaskan Stunting (Pentas Kutim) di Gedung Serba Guna (GSG), Minggu (26/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa konsep lingkungan ramah anak tidak hanya diukur dari tersedianya sarana bermain atau fasilitas pendidikan. Lingkungan tersebut juga harus mampu memberikan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, penelantaran, maupun perlakuan lain yang dapat mengganggu perkembangan fisik, emosional, dan mental anak.
Menurutnya, keluarga tetap menjadi tempat pertama bagi anak dalam mengenal nilai-nilai kehidupan. Oleh sebab itu, orang tua diharapkan mampu menciptakan suasana rumah yang harmonis, memberikan contoh perilaku yang baik, serta membangun komunikasi yang hangat agar anak merasa aman dan mendapatkan dukungan dalam setiap tahap pertumbuhannya.
Siti Robiah menambahkan bahwa pemerintah daerah terus menghadirkan berbagai program untuk memenuhi hak-hak anak, mulai dari penguatan layanan kesehatan, peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini, hingga pelaksanaan program percepatan penurunan stunting. Berbagai upaya tersebut diharapkan saling melengkapi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul di Kutai Timur.
Ia berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam melindungi dan memenuhi hak-hak anak. Dengan terciptanya lingkungan yang sehat, aman, dan ramah anak, diharapkan generasi Kutai Timur dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan pembangunan pada masa mendatang.
![]()







