Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus memperkuat upaya pencegahan stunting dengan meningkatkan standar pelayanan di seluruh fasilitas kesehatan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menerapkan prosedur pengukuran antropometri secara menyeluruh kepada setiap balita yang memperoleh layanan kesehatan, sehingga kondisi pertumbuhan anak dapat dipantau sejak dini.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Yuwana Sri Purnawiati, menjelaskan bahwa pengukuran antropometri menjadi komponen penting dalam proses identifikasi dini anak yang berisiko mengalami stunting. Melalui Program Pelayanan Terpadu dan Serentak Tuntaskan Stunting (Pentas Kutim), pihaknya mengupayakan agar seluruh puskesmas, rumah sakit, klinik, hingga praktik bidan mandiri menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang seragam dalam pelaksanaan pemeriksaan tersebut.
“Ke depan, setiap anak yang datang ke puskesmas, rumah sakit, klinik maupun praktik bidan mandiri tidak hanya mendapatkan pelayanan sesuai keluhannya, tetapi juga dilakukan pengukuran antropometri agar pertumbuhannya tetap terpantau,” ujar Yuwana usai peluncuran Program Pentas Kutim di Gedung Serba Guna (GSG), Minggu (26/7/2026).
Ia menerangkan bahwa pemeriksaan antropometri meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, panjang badan pada bayi, serta indikator pertumbuhan lainnya yang digunakan untuk menilai status gizi anak. Seluruh hasil pemeriksaan tersebut kemudian didokumentasikan sebagai bagian dari sistem pemantauan kesehatan yang dikembangkan Dinkes Kutim.
Menurutnya, kebijakan ini diharapkan mampu memperluas cakupan deteksi dini karena tidak semua balita hadir secara rutin ke Posyandu. Sebaliknya, banyak anak yang tetap datang ke fasilitas kesehatan ketika mengalami keluhan tertentu. Kesempatan tersebut dinilai perlu dimanfaatkan untuk melakukan pemantauan pertumbuhan secara bersamaan.
Yuwana menambahkan, data hasil pengukuran akan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam menentukan langkah penanganan apabila ditemukan gangguan pertumbuhan atau indikasi stunting. Dengan identifikasi yang dilakukan lebih awal, intervensi dapat segera diberikan sehingga risiko kondisi anak menjadi lebih serius dapat diminimalkan.
Melalui penerapan SOP yang seragam di seluruh fasilitas kesehatan, Dinas Kesehatan Kutai Timur berharap proses pemantauan tumbuh kembang balita menjadi lebih optimal. Yuwana optimistis, penguatan deteksi dini melalui Program Pentas Kutim akan mendukung percepatan penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak di Kabupaten Kutai Timur. (CV/ADV)
![]()







