AdvetorialPemerintah Kutai Timur

Wabup Kutim: Bidan Berperan Deteksi HIV/AIDS yang Diibaratkan Fenomena Gunung Es

Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) meminta para bidan memperkuat peran sebagai ujung tombak dalam percepatan penurunan stunting dan penanggulangan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Kedua persoalan tersebut dinilai masih menjadi tantangan pembangunan kesehatan yang membutuhkan keterlibatan aktif tenaga kesehatan hingga tingkat desa.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, pada Sabtu (1/8/2026).

Mahyunadi mengatakan, pemerintah daerah (pemda) menargetkan prevalensi stunting sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dapat ditekan hingga di bawah 20 persen. Oleh karena itu, bidan memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, mendampingi ibu hamil, serta mengawal tumbuh kembang anak sejak masa kehamilan hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

“Salah satu tugas tambahan bagi bidan adalah memberikan edukasi agar anak-anak kita terhindar dari stunting, sekaligus memberikan data kepada pemerintah sehingga penanganannya bisa dilakukan berdasarkan by name by address,” ucap Mahyunadi dalam sambutannya.

Selain stunting, ia turut menyoroti HIV/AIDS yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius. Ia mengibaratkan persoalan tersebut sebagai fenomena gunung es, di mana kasus yang terdata belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Oleh karena itu, harapan kita bidan mampu mendeteksi dan memberikan masukan atau laporan kepada Dinas Kesehatan sehingga kita memiliki data yang konkret dan akurat untuk melakukan penanganan yang lebih komprehensif,” harap Mahyunadi.

Menurutnya, keberhasilan penanganan stunting maupun HIV/AIDS sangat bergantung pada kualitas data dan deteksi dini di masyarakat. Dalam hal ini, bidan memiliki posisi yang strategis karena menjadi tenaga kesehatan yang paling dekat dengan keluarga dan masyarakat hingga tingkat desa.

Politikus Partai Persatuan Indonesia (Perindo) itu berharap para bidan terus meningkatkan peran promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan, pendampingan keluarga, serta pelaporan yang akurat. Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur optimistis mampu mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (SL/ADV)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *