Kutai Timur — Penguatan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak hanya mengandalkan dukungan pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim juga menyiapkan program bantuan permodalan bagi sekitar 200 pelaku UMKM sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan di daerah.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kutim, Marhadyn, mengatakan program bantuan modal dari pemerintah daerah (pemda) merupakan tindak lanjut dari komitmen Bupati Kutim dalam mendorong lahirnya lebih banyak pelaku usaha mandiri. Program tersebut juga selaras dengan 50 Program Prioritas Pemkab Kutim.
“Bantuan permodalan ini sebenarnya juga selaras dengan program strategis Bapak Bupati yang kita kenal dengan 50 Program Prioritas. Insyaallah akhir tahun ini akan menyalurkan bantuan permodalan kepada pengusaha pemula sebesar Rp5 juta sampai Rp25 juta per pengusaha,” ujar Marhadyn usai kegiatan Pengarahan dan Pendampingan Pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi Pelaku UMKM Penerima Bantuan Modal Tenaga Kerja Mandiri Pemula di Aula Dinas Koperasi dan UMK, Selasa (4/8/2026).
Marhadyn mengungkapkan, pemda menargetkan sekitar 200 pelaku UMKM dapat memperoleh bantuan tersebut. Sasarannya tidak hanya usaha kuliner, tetapi juga mencakup pelaku usaha di sektor pertanian, perkebunan, ekonomi kreatif, hingga usaha mikro lainnya yang dinilai memiliki potensi berkembang.
“Target Pemkab Kutim untuk tahun ini melalui dana pemerintah daerah (pemda) juga akan menargetkan sekitar 200 pengusaha UMKM. Tidak hanya usaha kuliner, tetapi juga anak-anak muda yang bergerak di ekonomi kreatif, UMKM pertanian, hingga UMKM perkebunan akan kita bantu semua,” tutur Marhadyn.
Menurutnya, bantuan permodalan diharapkan menjadi pemicu tumbuhnya usaha-usaha baru sekaligus memperkuat usaha yang telah berjalan. Dengan bertambahnya jumlah pelaku usaha yang mandiri, roda perekonomian masyarakat diharapkan semakin bergerak dan mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat agar program pemberdayaan UMKM dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Melalui dukungan permodalan dan pembinaan yang berkelanjutan, Pemkab Kutim berharap semakin banyak UMKM lokal yang naik kelas dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (SL/ADV)
![]()







