AdvetorialKutai TimurSosial

DPPPA Kutim Dorong Komite Gender KAN Cegah Kekerasan Kerja

Kutai Timur – Penguatan pencegahan kekerasan terhadap pekerja perempuan menjadi salah satu perhatian dalam pembentukan Komite Gender di PT Kalimantan Agro Nusantara (KAN), Kecamatan Rantau Pulung. Keberadaan komite diarahkan tidak hanya untuk merespons persoalan yang muncul, tetapi juga membangun kesadaran pekerja sebelum terjadi tindakan yang merugikan perempuan.

Kepala Tata Usaha PT KAN, Karel Manik, mengungkapkan kasus kekerasan terhadap pekerja perempuan pernah terjadi di lingkungan perusahaan. Setiap informasi yang diterima manajemen kemudian ditindaklanjuti melalui mekanisme internal dengan melibatkan Human Resources Department (HRD).

Menurut Karel, keberadaan Komite Gender diharapkan dapat memperkuat langkah pencegahan dengan mendorong pekerja lebih memahami batasan perilaku dan dampak dari tindakan yang dilakukan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan penguatan Komite Gender di aula pertemuan PT KAN, Jumat (28/8/2026).

“Komite ini diharapkan menjadi preventif. Jadi, sebelum melakukan sesuatu, orang akan berpikir ulang,” ujar Karel.

Komite Gender juga diproyeksikan menjadi ruang komunikasi yang lebih dekat dengan pekerja. Melalui wadah tersebut, pekerja dapat menyampaikan persoalan sekaligus memperoleh pemahaman mengenai kesetaraan gender dan perlindungan dari kekerasan di lingkungan kerja.

Pembekalan mengenai fungsi dan peran Komite Gender diberikan dalam kegiatan yang diprakarsai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim melalui Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan. Materi disampaikan Juli Nurdiana dari Pusat Penelitian Gender dan Perlindungan Anak (P2KGPA) LP2M Universitas Mulawarman, kemudian dilanjutkan dengan diskusi penyusunan program kerja.

Kegiatan yang dimoderatori Martinus Martin dari Yayasan Solidaridad tersebut diarahkan agar komite tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan. Anggota komite didorong memahami fungsi pencegahan, komunikasi, edukasi, serta penyampaian dan penanganan persoalan terkait gender di lingkungan perusahaan.

Kepala DPPPA Kutim, Idham Cholid, melalui Kepala Bidang Perlindungan Perempuan, Supianti, menyebut pembentukan Komite Gender menjadi langkah penting untuk mendorong lingkungan kerja dan keluarga yang lebih adil, aman, setara, serta inklusif.

“Kegiatan ini merupakan langkah yang sangat penting dalam membangun lingkungan kerja dan lingkungan keluarga yang lebih adil, aman, setara, inklusif, serta memberikan ruang bagi perempuan untuk berperan dan berkembang,” jelasnya.

Menurut Supianti, komite juga diharapkan mampu menjalankan fungsi komunikasi, koordinasi, edukasi, dan penyampaian aspirasi pekerja.

“Melalui pembentukan dan penguatan Komite Gender ini, kita berharap adanya wadah yang dapat menjadi ruang komunikasi, koordinasi, edukasi, dan penyampaian aspirasi,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan deklarasi Komite Gender PT KAN sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong lingkungan kerja yang aman, setara, dan bebas dari kekerasan. DPPPA Kutim selanjutnya terus mendorong penguatan kesetaraan gender di lingkungan perusahaan, termasuk bagi para istri pekerja sektor perkebunan sawit. (IR/ADV)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *