AdvetorialKutai Timur

PLN Percepat Perluasan Jaringan Listrik Menuju Seluruh Desa Kutim

Kutai Timur – PT PLN (Persero) menargetkan seluruh desa di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) teraliri listrik pada 2027. Target tersebut menjadi bagian dari upaya menuntaskan perluasan jaringan kelistrikan, dengan dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam pembangunan infrastruktur hingga wilayah pelosok.

Plh Manajer ULP PLN (Persero) atau ULP3K Bontang, Tri Hari Lukito, mengatakan masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan untuk mencapai target tersebut. Dari 13 desa yang sebelumnya belum tersentuh listrik, 10 desa telah mulai dikerjakan pada tahun ini, sedangkan tiga desa lainnya ditargetkan dituntaskan pada 2027.

Dukungan masyarakat, menurut Tri Hari, diperlukan terutama dalam proses pembangunan jaringan dan pemeliharaan keamanan infrastruktur kelistrikan. Hal itu disampaikannya saat peresmian listrik desa 24 jam di enam desa Sangkulirang yang dipusatkan di Halaman Kantor Desa Saka, Sabtu (29/8/2026) malam.

“Jika tidak diizinkan ditanam, listrik tidak akan dibangun. Jika pohon tidak ditebang, listrik tidak akan nyala,” ujar Tri Hari.

Ia menjelaskan, beberapa kendala yang masih ditemui di lapangan berkaitan dengan perizinan lahan, pemangkasan pohon atau dahan yang berpotensi menyentuh jaringan listrik, serta mobilisasi material menuju wilayah yang jauh. Karena itu, PLN membutuhkan dukungan warga agar pembangunan jaringan dapat berjalan sesuai rencana.

Di wilayah Sangkulirang, PLN telah membangun jaringan tegangan menengah (JTM) 20 kilovolt (kV) sepanjang 65 kilometer. Infrastruktur tersebut dilengkapi 22 titik transformator (trafo) dan telah melayani sekitar 800 pelanggan baru di enam desa.

Peresmian listrik 24 jam tersebut mencakup Desa Saka, Pelawan, Mandu Dalam, Tepian Terap, Mandu Pantai Sejahtera, dan Peridan. Kehadiran listrik diharapkan mendukung aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar anak, akses digital dan internet, serta aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Tri Hari mengatakan perluasan elektrifikasi juga akan diikuti penguatan pemahaman masyarakat mengenai keselamatan ketenagalistrikan. PLN berencana menggandeng pemerintah setempat untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada warga.

“Mengingat sifat listrik yang tidak kasat mata namun memiliki potensi bahaya tinggi, partisipasi aktif warga dalam menjaga keamanan instalasi dan fasilitas umum sangat diutamakan demi kenyamanan bersama,” tutupnya.

Dengan progres pembangunan yang terus berjalan, PLN menargetkan perluasan jaringan dapat menjangkau desa-desa yang masih belum teraliri listrik. Penyelesaian tiga desa yang tersisa pada 2027 diharapkan menjadi bagian dari upaya mencapai target elektrifikasi seluruh desa di Kutim. (IR/ADV)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *