Advetorial

Dinsos Kutim Nilai Program Sembako Masih Belum Tepat Sasaran

Sangatta – Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang berubah menjadi program sembako dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran atas kebutuhan pokok masyarakat.

Menurut Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Budi Mulia, sebagai program yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, keluarga miskin untuk mengurangi beban pengeluaran. Dan memastikan sebagian kebutuhan dasar masyarakat miskin terpenuhi, untuk itu program harus tepat sasaran.

“Kedepannya BPNT berubah bertransformasi jadi program sembako, artinya apa pengambilannya uang tunai, tapi dibelikan sembako,” kata Budi.

Budi menjelaskan, awalnya BPNT dengan bantuan berupa paket sembako, dengan barang yang sudah ditentukan dari pemerintah. Jadi penerima manfaat tidak dapat memilih sembako apa saja yang diperlukan.

“Misalnya Rp 200 ribu dapat ini, ini, ini, padahal blom tentu itu kebutuhannya,” jelasnya.

Sehingga, saat ini berubah menjadi program sembako berupa uang tunai, sehingga penerima manfaat bisa memilih apa saja kebutuhannya. Kendati demikian, program sembako ini juga memiliki kekurangan lain, seperti bantuan tunai tidak dibelikan dengan semestinya.

“Dia bisa aja beli rokok ya, karna tunai dia bisa aja beli barang selain sembako, nah ada kelemahan dan kelebihan itu sih. Ya seharusnya kan namanya juga program sembako jadi di belikan sembako, tapi dari sekian banyak itu kan pasti ada saja dibelikan yang lain,” pungkasnya.ADV

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *