Sangatta – Aplikasi Sistem Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) merupakan aplikasi nasional untuk penerima segala jenis bantuan pemerintah.
Dalam mengoperasikan aplikasi SIKS-NG, rupanya masih terdapat kurangnya SDM untuk mengoperasikannya. Hal ini disampaikan oleh Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Budi Mulia.
“Setiap desa harusnya ada operator. Iya harusnya ada SDM nya di situ,” kata Budi.
Dengan kurangnya SDM itu, Dinsos Kutim akan mengadakan pelatihan untuk menjelaskan secara detail mengenai tahapan atau teknis verifikasi dan validasi Basis Data Terpadu menggunakan aplikasi SIKS-NG mulai dari login sampai dengan cara input data.
“Jadi kita latih nanti operatornya, kalau bisa aparat desa,” tuturnya.
Pelatihan itu rencananya akan dilakukan setelah anggaran APBD Perubahan 2023.
“Harapan saya disetujui anggarannya untuk latihan. ya melati membuka SIKS-NG nya. Satu aja lah ya perwakilannya kalau bisa,” bebernya.
Dengan terisinya SMD yang mumpuni, diharapkan pada pengisian data benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan agar penyaluran program bantuan tepat sasaran.
Harapan diadakan pelatihan tersebut, agar Operator SIKS-NG dapat lebih optimal dalam perbaikan data DTKS maupun Penerima Program.
“Kita hapus pelan pelan. Ya lewat musdes ya, karena musdes itu keputusan tertinggi di Desa. Filter data baru musdeskan iya, jangan sampai komplain, terutama kami di komplain,” pungkasnya.ADV
![]()







