AdvetorialKutai Timur

Dinkes Kutim Gerakkan Screening Secara Massif, Deteksi Masyarakat Yang Terpapar TBC

Sangatta – Program gerakan pelacakan atau Screening deteksi massif penyakit Tuberkulosis (TBC) menjadi salah satu program Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim dalam uapaya menghempas penyakit TBC.

Haswati S.Kep, Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit, Dinkes Kutim mengatakan bahwa TBC salah satu penyakit yang berada dalam pengawasan Dinkes Kutim yang dilakukan secara intensif dan agresif sejak tahun 2018.

“Dengan menggerakkan pelacakan/screening tersebut dapat menjaring orang yang dicurigai berkontak atau berinteraksi dengan penderita TBC,” jelasnya.

Hasnawati menyebutkan bahwa pihaknya telah berhasil memperoleh data yang luar biasa signifikan dan memperoleh data penderita TBC dari kegiatan tersebut sebesar 90 persen.

Selain itu, berdasarkan letak geografis Kabupaten Kutim serta gerakan keluar masuk penduduk yang cukup tinggi, Hasnawati menyimpulkan bahwa hal ini yang menyebabkan gerakan screening ini berjalan kurang maksimal.

“Sehingga pada tahun 2019 sebanyak 6628 warga Kutim terpapar TBC,” lanjutnya.

Tak hanya itu, pada tahun 2022, berdasarkan hasil rilis Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Kutim, Dinkes Kutim berhasil memastikan bahwa penderita TBC yang mendapatkan pelayanan mencapai 85 persen, bahkan lebih.

“Memang ada kendala di sarana digitalisasi, jadi penginputan data system sedikit tertunda,” ujar Harwati.

Dengan melibatkan sektor kemitraaan dan CSR, Dinas Kesehatan Kutim memastikan program screening tetap berjalan dan memperkecil kesenjangan pelayanan yang diberikan untuk melacak penderita TBC.ADV

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *