Sangatta – Musim kemarau menjadi titik dimana masyarakat Kabupaten Kutai Timur (Kutim) harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran yang bisa terjadi di sekitar mereka.
Dominasi hawa panas dan minimnya kelembaban tanaman memudahkan penyulutan api yang berpotensi menyebabkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim Jimmy dalam menanggapi beberapa penanganan BPBD terhadap karhutla yang terjadi beberapa kali sejauh ini dinilai cukup maksimal.
“Ditambah dengan adanya armada dan peralatan yang cukup,” lanjutnya.
Jimmy menambahkan bahwa BPBD memiliki peralatan pemadam kebakaran hutan yang sudah dimaksimalkan menggunakan Dana Bagi Hasil – Dana Reboisasi (DBH-DR) yang berjumlah ratusan miliar sehingga sebagian kecil digunakan untuk menyiapkan armada tersebut.
“Selama ini mereka terkendala armada, karena operasional pemadan kebakaran dari BPBD terpisah dengan pemadam kebakaran pemerintah,” jelasnya.
Dengan adanya DBH-DR dari pemerintah pusat yang mereka pungut dari hasil pengelolaan kekayaan hutan Kutim sebagai industri kehutanan dan produksi kayu, Jimmy mengungkapkan hal ini dapat membantu operasional BPBD untuk mempersiapkan penanggulangan bencan di Kutim.
“Meskipun begitu, dengan kondisi luas wilayah yang kita miliki, armada BPBD sebenarnya masih kurang untuk mengakses jalan menuju titik-titik terkait,” ungkapnya.
Selain itu, akses darat dan pencarian titik persediaan air yang sulit sering terjadi sehingga penanggulangan kebakaran tidak berjalan dengan maksimal.
Berdasarkan hal tersebut, Jimmy meminta pemerintah untuk menyediakan armada dan alat yang lengkap BPBD untuk memenuhi kebutuhan penanganan bencana daerah.ADV
![]()







