Sangatta – Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Faizal Rachman menyoroti pengunaan fasilitas pemerintah yang tidak maksimal akibat kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengelola fasilitas tersebut.
Faizal menyebutkan salah satunya adalah pembukaan lahan sawah besar-besaran Kutim tetapi hingga saat ini masih sedikit lahan yang terkelola.
Berdasarkan hal tersebut, Faizal ingin memperhatikan kebutuhan hanya kepada masyarakat yang antusias untuk membuka dan menekuni lahan pertaniannya melihat potensi gagal panen di sektor pertanian Kabupaten Kutim tinggi.
“Sawah di Kutim di kelilingi oleh sawit yang identik dengan hama serangga sehingga mengganggu kualitas hasil pertanian,” lanjutnya.
Pasalnya, hal ini bisa menyebabkan petani gagal investasi mulai dari membuka lahan, semai bibit, menyabut bibit, bajak lahan dan hingga menanam bibit bisa hilang secara percuma.
“Karena Kegagalan panen tidak di cover oleh asuransi, sehingga kerugian petani di tanggung sendiri dan membuat mereka harus mulai dari awal lagi,” jelasnya.
Melihat kondisi ini, Faizal berharap dapat memberikan intensif kepada para petani mengingat anggaran pemerintah yang cukup besar.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Faizal merencanakan program yang berhubungan dengan pembenahan struktur dan kualitas tanah dengan memberikan bantuan Pupuk Nitrobakter kepada para petani yang akan terealisasi di bulan November.
“Sudah pernah saya uji coba dengan memberikan bantuan ke salah satu petani, hasilnya malah mereka mau membeli sendiri,” ungkapnya.
Faizal menyampaikan bahwa sebelum realisasi, ia akan membuat sosialisasi dengan mendatangkan pencipta pupuk dan meminta pendampingan serta penelitian lahan.
“Mudah-mudahan tahun depan memberikan intensif kepada petani dan melengkapi bantuan dengan traktor beserta pupuknya,” pungkasnya.ADV
![]()







