Samarinda – Dalam rangka mengantisipasi lonjakan harga menjelang bulan puasa, Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggencarkan program pasar murah. Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk menangani inflasi yang cenderung meningkat, terutama pada bahan pokok, menjelang bulan suci Ramadan.
Kepala Disdag Samarinda, Marnabas, menjelaskan bahwa program pasar murah melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pengusaha lokal, dan organisasi kemasyarakatan. Tujuannya adalah memberikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang terjangkau, terutama di tengah kenaikan harga yang tidak wajar menjelang bulan puasa,” ujar Marnabas.
Program ini akan dilaksanakan di 10 lokasi yang berbeda di Kota Samarinda, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Bahan pokok yang disediakan mencakup beras, gula, minyak, telur, daging, hingga sayur-mayur.
Marnabas menegaskan bahwa penetapan lokasi program pasar murah disesuaikan dengan kondisi pasar dan jumlah penduduk setempat. Selain itu, pihaknya akan terus memantau harga pasar untuk mencegah peningkatan harga yang tidak wajar.
Selain program pasar murah, Pemerintah Kota Samarinda juga akan membuka “Toko Penyeimbang” di Pasar Segiri, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Toko ini akan menjual bahan pangan dengan harga yang wajar dan tidak mencari keuntungan.
“Kami berharap agar toko penyeimbang ini dapat membantu stabilisasi harga pangan dan pemerataan kebutuhan masyarakat, terutama dalam menyambut bulan puasa,” ungkap Marnabas.
Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Kota Samarinda berharap dapat mengurangi dampak lonjakan harga pada bulan puasa dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, serta menjaga stabilitas ekonomi daerah.
![]()







