Sangatta – Kebakaran hutan yang melanda Kutai Timur (Kutim) beberapa bulan terakhir bagaikan siklus yang tak terhindarkan bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Sayid Anjas.
“Cuaca panas ekstrem dan luasnya hutan di Kutim membuat kebakaran ini sulit dicegah sepenuhnya. Kita hanya bisa memadamkannya ketika terjadi,” jelas Anjas saat ditanyai awak media mengenai langkah pencegahan kebakaran di masa depan.
Anjas menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah pada upaya penanggulangan kebakaran dengan cepat dan efektif.
“Kita tidak bisa hidup tanpa hutan, dan kebakaran hutan adalah kejadian alami yang tak terelakkan. Yang terpenting adalah kesiapsiagaan kita untuk memadamkannya,” tegasnya.
Meskipun demikian, Anjas tidak menutup kemungkinan adanya upaya pencegahan di masa depan.
“Pemerintah pasti akan mencari solusi untuk mengurangi dampak kebakaran dan mencegah kebakaran yang lebih besar di masa depan,” ujarnya.
Anjas menghimbau masyarakat untuk selalu waspada dan melaporkan jika melihat tanda-tanda kebakaran hutan.
“Kerjasama dan kesigapan masyarakat sangat penting dalam membantu upaya penanggulangan kebakaran hutan,” pungkasnya.
Kebakaran hutan memang menjadi isu yang kompleks di Kutim. Mencari solusi pencegahan yang efektif dan berkelanjutan menjadi tantangan besar bagi pemerintah dan masyarakat.ADV
![]()







