Sangatta – Foto viral menunjukkan longsor di Jalan Rantau Pulung, menarik perhatian banyak pihak. Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur, Joni, menegaskan bahwa insiden tersebut tidak sepenuhnya terkait dengan aktivitas tambang PT Kaltim Prima Coal (KPC).
“Ada yang menyebut bahwa longsor ini disebabkan oleh aktivitas tambang PTKPC, tetapi sebenarnya daerah tersebut memang rawan longsor. Meskipun jaraknya jauh dari wilayah tambang, namun kontur tanah yang rawan longsor memicu kejadian ini,” ujar Joni.
Joni menjelaskan bahwa meskipun lokasi tambang KPC dan area longsor terpisah, tanah longsor sering terjadi saat hujan deras. Ini menunjukkan bahwa faktor alam lebih berpengaruh dibanding aktivitas tambang.
“Setiap hujan deras, kami sering melihat longsor terjadi di daerah tersebut. Meskipun kami tidak bisa memastikan jarak antara daerah tambang dan lokasi longsor, namun perusahaan tambang lain jauh dari wilayah tersebut,” jelasnya Joni.
Kejadian longsor ini menjadi perhatian masyarakat karena dampaknya yang signifikan, termasuk pergeseran tanah dan tiang listrik hingga ke tengah jalan. Joni menekankan pentingnya memahami bahwa kondisi alam yang rawan longsor menjadi penyebab utama insiden ini.ADV
![]()







