AdvetorialDPRD Kabupaten Kutai Timur

Anggaran Perjalanan Dinas di Kutim Disorot, Novel Paembonan: Jangan Terlalu Sering!Anggaran Perjalanan Dinas di Kutim Disorot, Novel Paembonan: Jangan Terlalu Sering!

Sangatta – Dr. Novel Tyty Paembonan, Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menyampaikan kritik tajam terhadap perjalanan dinas yang dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kutim. Menurutnya, perjalanan dinas dan bimbingan teknis (bimtek) penting, akan tetapi perlu dilakukan secara sewajarnya dan tidak berlebihan.

“Saya kira teman-teman dari media-media hari ini tahu mungkin strukturnya anggaran di OPD-OPD. Pasti teman-teman juga melihat ini terlalu banyak ini dan itu. Saya pun sepakat,” ujar Novel Paembonan.

Ia juga mengatakan bahwasanya tidak menentang perjalanan dinas atau bimtek, akan tetapi ia menghimbau agar kegiatan tersebut dilakukan dengan sesuai aturan yang berlaku dan tidak berlebihan. Novel juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap laporan yang diterimanya terkait frekuensi perjalanan dinas yang melonjak.

“Saya tidak melarang misalnya OPD itu pergi perjalanan dinas, bimtek, silahkan, tapi saya sarankan tetap ikut aturan yang wajar saja. Kita perlu bimtek memang, kita butuh, tapi jangan juga berlebihan. Saya lihat ada yang saya dapat laporan, ini setiap minggu keluar, setiap minggu keluar, dapat apa?” Icap Novel.

Novel juga mengkritisi anggota DPRD yang sering melakukan perjalanan dinas. Ia sepakat bahwa perjalanan dinas diperlukan, namun harus dibatasi agar tidak mengganggu efektivitas kerja.

“DPR juga, saya sepakat kok satu bulan itu tiga kali keluar. Satu di luar provinsi, satu di dalam provinsi, satu di kecamatan. Kalau pun itu dilaksanakan semua, kalau tidak ada kegiatan yang perlu tidak perlu keluar, lebih bagus di kantor,” jelasnya.

Novel berharap bahwa OPD dan anggota DPRD lebih bijak dalam melakukan perjalanan dinas. Menurutnya, terlalu sering keluar kantor justru bisa mengurangi produktivitas dan efektivitas kerja yang seharusnya bisa dimaksimalkan untuk melayani masyarakat.

“Kalau tidak ada kegiatan yang perlu, lebih bagus di kantor. Ini penting agar kita bisa lebih fokus dan produktif dalam menjalankan tugas-tugas kita,” tambah Novel.

Melalui pernyataan, Novel Paembonan mengajak semua pihak guna lebih memperhatikan penggunaan anggaran dengan bijak dan memprioritaskan kegiatan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Ia berharap bahwa kritik konstruktif ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi OPD dan DPRD dalam menjalankan tugas mereka ke depan.

“Dengan penggunaan anggaran yang bijak, kita bisa memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dan mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik,” pungkasnya.ADV

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *