AdvetorialDPRD Kabupaten Kutai Timur

Tingkatkan Efisiensi, Novel: OPD Kutim Harus Lebih Terbuka Soal Kebutuhan

Sangatta – Dr. Novel Tyty Paembonan, Anggota dari Komisi A DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), meyampaikan keprihatinannya karena terhambatnya sejumlah proyek Multi Years Contract (MYC) di Kutim. Menurut Novel, salah satu alasan utama ini yang sering disampaikan yaitu kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Berulang kali diulang di sini kita sampaikan, kalau kalian kurang tenaga bilang, supaya kita sampaikan ke pemimpin anda, Bupati anda, Sekda anda,” ucap Novel. Ia menegaskan pentingnya keterbukaan terhadap mengatasi masalah ini, yang terutama dengan melaporkan kekurangan tenaga kerja atau spesifikasi tertentu yang dibutuhkan guna menyelesaikan proyek-proyek tersebut.

Lanjutnya ia menyoroti bahwa di Dinas Pemukiman Rakyat, khususnya, seringkali kekurangan tenaga kerja terhadap spesifikasi ilmu tertentu. “Di dinas pemukiman rakyat itu, di bidang ini, orang-orang spesifikasi ilmu apa yang kurang, misalnya dia perlu sertifikasi pengadaan barang dan jasa berapa orang?” Ujarnya.

Menurutnya, sebatas mengeluhkan kurangnya SDM tanpa memberikan detail spesifik tentang kebutuhan tersebut tidak akan menyelesaikan masalah. “Kalau cuma alasan kurang dan kurang, apanya yang kurang?” Jelasnya. Ia menekankan bahwa pihak yang merasa kekurangan SDM harus secara jelas mengidentifikasi dan menyampaikan kebutuhan mereka, sehingga dapat dicarikan solusi yang tepat.

Pada konteks ini, Novel juga mengajak para pemimpin di tingkat OPD guna lebih proaktif dalam mengidentifikasi dan mengatasi kekurangan terhadap tenaga kerja yang ada. “Kalau kalian merasa kurang tenaga, segera bilang, sampaikan kebutuhan spesifiknya, sehingga bisa disampaikan ke Bupati atau Sekda untuk ditindaklanjuti,” tuturnya.

Novel berharap dengan adanya komunikasi yang jelas dan tindakan yang cepat, hambatan dalam proyek MYC dapat segera diatasi. “Kita perlu kerjasama yang baik antara OPD dan pemerintah daerah untuk memastikan semua proyek berjalan sesuai rencana dan tidak terhambat oleh masalah SDM,” pungkasnya.

Pernyataan Novel Paembonan ini diharapkan dapat mendorong OPD di Kutai Timur untuk lebih terbuka dalam menyampaikan kebutuhan mereka dan bekerjasama dalam mencari solusi terbaik. Hal ini penting agar proyek-proyek pembangunan dapat berjalan lancar dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan, memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kutai Timur.

Dengan demikian, keterbukaan dan komunikasi yang baik antara semua pihak menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai hambatan yang ada, khususnya dalam proyek MYC yang sangat penting bagi perkembangan infrastruktur dan pelayanan di Kabupaten Kutai Timur.ADV

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *