Kutai Timur – Program pembangunan desa berkelanjutan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bertujuan untuk menciptakan desa-desa mandiri melalui penguatan ekonomi kerakyatan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Tresno, pada acara konsultasi publik pada Kamis (7/11/2024).
Tresno menjelaskan bahwa anggaran untuk program ini pada 2024 telah dialokasikan sebesar Rp1 miliar per desa, dengan target peningkatan anggaran menjadi Rp2 miliar per desa pada 2025.
“Fokus utama kami adalah penguatan APBDes untuk mencapainya kemandirian desa serta peningkatan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan,” ujar Tresno.
Selain itu, Tresno menekankan bahwa pembangunan ini tidak hanya terkait dengan hasil musrenbang, tetapi lebih pada strategi khusus yang ditujukan untuk memastikan desa-desa di Kutai Timur dapat mandiri dalam jangka panjang.
“Tujuan utama dari program ini adalah memperkuat Pendapatan Asli Desa (PAD), yang akan menjadi sumber kemandirian ekonomi bagi desa selama 10 tahun ke depan,” jelasnya.
Dengan penguatan APBDes dan ekonomi kerakyatan, program ini diharapkan dapat menciptakan desa-desa unggul yang memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kutai Timur. (SH/ADV)
![]()







