Sangatta – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kutai Timur, Sayid Anjas, menegaskan pentingnya pengawasan terhadap serapan anggaran dalam upaya meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, meskipun target serapan anggaran hingga 80% dalam waktu satu bulan lebih cukup ambisius, namun hal tersebut tetap harus diupayakan sebaik mungkin oleh dinas terkait yang menangani.
“Apakah kita sanggup mencapai 80% dalam waktu satu bulan lebih, itu nanti kita lihat. Masalah sanggup atau tidaknya, yang jelas, kami sudah mengesahkan anggaran tersebut, mengenai hasil realisasi, itu akan tergantung pada dinas yang terkait yang menangani saat ini,” ujar Sayid Anjas
Menurutnya, salah satu perhatian utama adalah potensi terjadinya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) yang terlalu besar. Jika serapan anggaran tidak maksimal, hal ini dapat merugikan masyarakat, karena dana yang seharusnya digunakan untuk program pembangunan atau pelayanan publik, justru tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Silpa yang terlalu besar itu menunjukkan bahwa serapan anggaran tidak berjalan dengan baik. Misalnya, yang tadinya seharusnya bisa 200 meter jadi 100 meter kan rugi masyarakat, kasihan 100 meternya yang harusnya bisa dinikmati malah jadi silpa lagi,” jelasnya.
Meskipun demikian, Sayid Anjas berharap agar kondisi cuaca mendukung pelaksanaan proyek-proyek yang ada, sehingga serapan anggaran bisa lebih maksimal dan sesuai dengan rencana.
“Mudah-mudahan cuaca mendukung, dan serapan anggaran dapat berjalan dengan lancar. Kita doakan bersama agar program-program yang sudah direncanakan dapat segera terealisasi demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
![]()







