AdvetorialDPRD Kabupaten Kutai Timur

Serapan Anggaran dan Penempatan Pegawai Jadi Sorotan Anggota DPRD Kutim

Kutai Timur – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kristian Hasmadi, mengungkapkan keprihatinannya terkait rendahnya serapan anggaran di Kutim, yang baru mencapai sekitar 29 persen hingga bulan November 2024. Menurut Kristian, dengan waktu yang semakin sedikit menuju akhir tahun, serapan anggaran diperkirakan hanya akan mencapai sekitar 50 persen, yang bisa berdampak pada terlaksananya proyek-proyek fisik di wilayah tersebut.

“Melihat persentase serapan anggaran yang baru mencapai sekitar 29 persen di bulan November ini, saya perkirakan serapan anggaran hanya akan mencapai 50 persen di akhir tahun,” ungkapnya

Kristian menilai bahwa rendahnya serapan anggaran bisa memicu pelaksanaan proyek fisik yang terburu-buru menjelang akhir tahun. Hal ini, menurutnya, dapat berisiko pada kualitas hasil pekerjaan yang tidak maksimal. “Jika proyek fisik dikerjakan secara terburu-buru, kualitasnya bisa jadi tidak baik,” tambahnya.

Selain isu serapan anggaran, Kristian juga menyoroti masalah penempatan pegawai di Pemerintah Kabupaten Kutim yang dinilai tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan dan keahlian mereka. Ia mencatat beberapa contoh, seperti penempatan guru yang seharusnya mengajar, malah ditempatkan di bagian administrasi atau bahkan di dinas kesehatan.

“Banyak pegawai yang ditempatkan tidak sesuai dengan jurusannya. Misalnya, guru ditempatkan di bagian administrasi atau bahkan di dinas kesehatan. Hal ini tentu saja mempengaruhi kinerja mereka,” kata Kristian.

Kristian menekankan bahwa penempatan pegawai seharusnya didasarkan pada latar belakang pendidikan, keahlian, dan pengalaman kerja yang relevan, bukan berdasarkan faktor subjektif atau preferensi tertentu. Menurutnya, penempatan yang tepat akan mendukung peningkatan kinerja di berbagai sektor pemerintahan dan pelayanan publik.

“Penempatan pegawai seharusnya didasarkan pada latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja, bukan berdasarkan selera atau faktor lainnya,” tegasnya.

Ia berharap agar pemerintah daerah ke depannya lebih memperhatikan faktor-faktor tersebut dalam pengelolaan anggaran dan penempatan pegawai untuk memastikan kinerja yang optimal dan pelayanan publik yang lebih baik di Kabupaten Kutai Timur.

Dengan harapan agar serapan anggaran bisa dimaksimalkan dan pegawai ditempatkan sesuai dengan keahlian mereka, Kristian mengajak seluruh pihak terkait untuk bekerja lebih keras dalam memajukan Kutim dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. (Adv)

 

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *