Kutai Timur – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kutai Timur, Agus Hari Kesuma, menyoroti ketidaksinkronan data stunting yang dimiliki oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Dinas Kesehatan. Menurut Agus, perbedaan ini berpotensi menghambat upaya penanganan stunting di daerah.
“Saya yakin datanya sebenarnya sama, tapi persoalan pencatatan di lapangan yang kadang berbeda persepsi, misalnya oleh BPS,” ujar Agus saat peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 bertema “Gerak Bersama, Sehat Bersama,” Selasa (12/11/2024). Ia menambahkan, meskipun BPS sering dijadikan acuan utama, data dari dinas sosial justru menunjukkan proyeksi stunting sudah nol.
Agus menduga bahwa ketidaksinkronan ini terjadi akibat masalah administrasi dan pemanfaatan teknologi yang belum optimal. Namun demikian, ia optimistis bahwa angka stunting di Kutai Timur terus menunjukkan tren penurunan. “Alhamdulillah, proyeksi stunting kita terus turun,” katanya.
Ia mengimbau agar seluruh pihak meningkatkan koordinasi dalam pencatatan dan penyajian data. Dengan begitu, persepsi yang seragam dapat tercapai, sehingga penanganan stunting berjalan lebih efektif dan menyentuh seluruh sektor yang terkait. (SH/ADV)
![]()







